<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Keep Smile</title>
	<link>http://topha.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:46:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Saya masih di &#8216;Jawa&#8217;</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/07/22/saya-masih-di-jawa/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/07/22/saya-masih-di-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Catatanku:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/07/22/saya-masih-di-jawa/</guid>
		<description><![CDATA[	&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sudah delapan bulan saya tinggal di Kalimantan Selatan. Meskipun jauh dari pulau jawa, tetapi hidup di Kalimantan Selatan (tepatnya kabupaten Tanah Bumbu) serasa hidup di kampung halaman dulu. Ya, terasa seperti saat saya masih tinggal di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupten Malang Provinsi Jawa Timur. Nuansa Jawa terasa kental sekali. Meskipun ada beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sudah delapan bulan saya tinggal di Kalimantan Selatan. Meskipun jauh dari pulau jawa, tetapi hidup di Kalimantan Selatan (tepatnya kabupaten Tanah Bumbu) serasa hidup di kampung halaman dulu. Ya, terasa seperti saat saya masih tinggal di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupten Malang Provinsi Jawa Timur. Nuansa Jawa terasa kental sekali. Meskipun ada beberapa kampung yang didominasi orang suku Bugis Sulawesi dan suku Banjar, secara umum Kabupaten Tanah Bumbu ini didominasi orang suku Jawa. Apalagi kalau memasuki kantor pemerintahan, banyak nama-nama khas jawa yang menduduki posisi penting. Dan tahun ini saya menjadi bagian tersebut meskipun belum menduduki posisi penting. </div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebelum berangkat ke kabupaten ini saya sempat khawatir ada masalah dengan selera makan saya. Sempat terpikirkan apakah masakan urang banua (orang Kalimantan) bisa kompromi dengan perut saya. Ternyata setelah sampai disini, saya masih bisa menikmati nasi pecel, bakso arema, sayur lodeh, mie ayam, cap cay, dan masakan-masakan lain seperti halnya di Malang dulu. Tapi ada beberapa makanan khas Malang yang sampai saat ini belum saya temui di sini yaitu tahu telor, tahu campur, dan rujak.  </div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya awalnya sempat terkejut ketika orang sini masih banyak yang tetap menggunakan bahasa jawa. Dan itu sangat saya syukuri karena kemampuan bahasa Jawa saya akan tetap terjaga. Maklum saat ini sudah banyak anak Jawa yang tidak bisa bahasa Jawa dengan baik dan benar. Sementara saya, dari kecil sudah dibiasakan menggunakan bahasa Jawa, baik yang ngoko (bahasa Jawa yang diucapkan kepada orang yang sebaya atau yang lebih muda) maupun krama inggil (bahasa Jawa yang diucapkan kepada orang yang lebih tua/dihormati). Meskipun tetap menjaga bahasa Jawa, tidak bisa dipungkiri saya harus tetap belajar bahasa Banjar. Karena jika tidak, siap-siap jadi orang asing di sini yang mudah dibohongi dan mudah dikerjai. Ssst&#8230;..siapa tahu dengan kemampuan bahasa Banjar, saya bisa mendapatkan gadis lokal sini yang terkenal cantik-cantik dan putih (hehehehehe&#8230;). </div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dan yang semakin membuat saya merasa seperti di Jawa adalah kesenian Wayang Kulit. Sudah dua kali saya melihat ada pertunjukan kesenian wayang kulit di sini. Ini mengingatkan masa kecil saya. Dari kecil hingga Madrasah Tsanawiyah (SMP) kelas 3 saya selalu nonton wayang kulit di kantor desa yang berdekatan dengan rumah orangtua saya. Tiap setahun sekali selalu diadakan dalam rangka acara Bersih Desa (selamatan desa). Bukan nonton yang sebenarnya seh karena saya tidak paham dengan cerita dalangnya. Kebanyakan hanya kumpul-kumpul dengan teman sambil makan camilan karena jarang-jarang saya bisa keluar malam. Baru setelah lulus Madrasah Tsanawiyah kemudian melanjutkan ke SMKN 1 Singosari (tahun 1998) dan saya tinggal di pesantren, sejak saat itu saya tidak pernah lagi menonton wayang kulit. </div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Meskipun di sini sangat bernuansa jawa, tetapi tetap saja tidak bisa menutupi kerinduan saya terhadap keluarga, kampung halaman, teman-teman, segala kenangan yang semuanya ada di Malang dan bahkan mungkin juga sebuah cinta yang masih tertinggal di sana.  Dan satu lagi yang tidak bisa digantikan di sini, saat masih aktif datang ke stadion Gajayana dan stadion Kanjuruhan mendukung Arema bersama puluhan ribu aremania yang lain.   </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/07/22/saya-masih-di-jawa/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa yah?</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/kenapa-yah/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/kenapa-yah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 14:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Catatanku:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/kenapa-yah/</guid>
		<description><![CDATA[	Saya marah betul dengan diri saya sendiri. Kenapa saya terlalu mengikuti kata hati. Kenapa saya terlalu jujur. Kenapa saya tidak mencoba berbohong seperti yang selama ini saya lakukan. Meskipun dia sempat memuji ketika saya bilang bahwa baru kali ini saya berani ngomong tentang ini, meskipun kedengarannya dia enjoy dengan apa yang saya katakan,&nbsp; tapi bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Saya marah betul dengan diri saya sendiri. Kenapa saya terlalu mengikuti kata hati. Kenapa saya terlalu jujur. Kenapa saya tidak mencoba berbohong seperti yang selama ini saya lakukan. Meskipun dia sempat memuji ketika saya bilang bahwa baru kali ini saya berani ngomong tentang ini, meskipun kedengarannya dia enjoy dengan apa yang saya katakan,&nbsp; tapi bukan berarti semua menjadi lebih baik. Saya harus merasa kehilangan. Selama ini saya merasa punya kekuatan hati yang lebih karenanya. Tapi akhir-akhir ini dia bak ditelan bumi. Tak terdengar lagi suaranya. Meskipun saya tak akan mati karenanya, tapi setidaknya telah membuat saya susah melupakannya. 
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/kenapa-yah/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pusiing&#8230;</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/pusiing/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/pusiing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 14:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Catatanku:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/pusiing/</guid>
		<description><![CDATA[	Beberapa hari ini saya benar-benar pusing. Banyak masalah yang sedang terjadi. Meskipun saya sadar bahwa karena saya hiduplah maka saya mengalami masalah. Ada beberapa masalah terjadi yang memang karena perbuatan saya sendiri tapi ada masalah juga yang hanya karena kesalahan orang lain. Masalah pertama, saya harus menunda masuk kerja di kantor Dinas Pendidikan Kab. Tanah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Beberapa hari ini saya benar-benar pusing. Banyak masalah yang sedang terjadi. Meskipun saya sadar bahwa karena saya hiduplah maka saya mengalami masalah. Ada beberapa masalah terjadi yang memang karena perbuatan saya sendiri tapi ada masalah juga yang hanya karena kesalahan orang lain. Masalah pertama, saya harus menunda masuk kerja di kantor Dinas Pendidikan Kab. Tanah Bumbu karena belum jelasnya posisi yang saya tempati di sana sebenarnya. Hal ini terjadi karena adanya perebutan antara pihak sekolah (+ kabag dikmen Disdik Tanah Bumbu) yang menginginkan saya jadi guru TI di SMKN 1 Batulicin dengan keinginan saya untuk tetap menjadi pegawai struktural Pranata Komputer (sesuai dengan SK pengangkatan). Kedua, motor yang selalu saya pelihara dan saya kendarai dengan hati-hati harus mengalami kerusakan akibat pengendara lain yang ngawur menabrak dengan seenaknya. Ketiga, untuk sementara seseorang di Malang yang selama ini bisa memberi kekuatan pada hati saya tak mau lagi komunikasi dengan saya. Keempat, dalam masa transisi pindah kerja (dari sekolah ke Disdik) mungkin penerimaan gaji saya harus tertunda. Kelima, masalah-masalah lain yang belum terselesaikan dari otak saya.</p>
	<p>Yah semoga aja semuanya segera beres, bersih dari pikiran saya. Biar saya bisa hidup tenang meskipun jauh dari keluarga. Semoga semua bisa selesai dengan baik meskipun tak sempurna. Sehingga bisa membuat tulisan-tulisan baru lagi di blog ini. Kasihan sudah lama tidak up-date.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/06/26/pusiing/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Terimakasih Allah Kau Selamatkan Saya</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/04/08/ternyata-permukaan-aspal-jalan-emang-keras-dan-kasar/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/04/08/ternyata-permukaan-aspal-jalan-emang-keras-dan-kasar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 09:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Catatanku:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/04/08/ternyata-permukaan-aspal-jalan-emang-keras-dan-kasar/</guid>
		<description><![CDATA[	&nbsp;&nbsp; Kemarin siang sekitar pukul 10.15 WITA saya keluar dari rumah. Setelah memakai jaket  dan helm, motor yang baru saya beli sebulan yang lalu saya stater dan memasukkan  perseneleng ke gigi 1 lalu saya tarik gas pelan-pelan. Sambil membaca,&quot;Subhaanalladzii  sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin..&quot;, melajulah motor dengan lambat  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify">&nbsp;&nbsp; Kemarin siang sekitar pukul 10.15 WITA saya keluar dari rumah. Setelah memakai jaket  dan helm, motor yang baru saya beli sebulan yang lalu saya stater dan memasukkan  perseneleng ke gigi 1 lalu saya tarik gas pelan-pelan. Sambil membaca,&quot;Subhaanalladzii  sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin..&quot;, melajulah motor dengan lambat  meninggalkan pelataran rumah.Jadwal hari ini adalah saya akan ke kantor FIF bersama Budi yang juga bawa motor sendiri. Ya, motor yang saya kendarai saat ini adalah hasil saya beli dengan cara kredit. Sebenarnya saya  tidak suka beli secara kredit, tapi hanya dengan cara ini saya bisa memiliki motor  untuk saat ini. Mau meminta uang ke orangtua sudah tidak mungkin, karena saya sudah janji tidak mau merepotkan mereka lagi. Loh ko ceritanya malah ngelantur?&#8230;.</div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp; Sesampai di kantor FIF, ternyata tidak terlalu banyak  customer sehingga saya bisa segera  membayar angsuran. Sekitar 10 menit di dalam kantor, saya pun keluar sambil membuat rencana perjalanan berikutnya. Ke Gunung Tinggi, ya, sekalian mengecek SK pengangkatan di kantor BKD. Memang hampir semua kantor pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu terpusat di daerah Gunung Tinggi.  Yang sekitar 21 Km jaraknya dari tempat saya tinggal.  </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp; Memasuki daerah Gunung Tinggi, saya menambah kecepatan motor. Jalan yang beraspal bagus,  tidak banyak tikungan, serta situasinya agak lengang membuat siapapun ingin memacu kendaraannya  dengan kecepatan tinggi. Sesampai di kantor BKD ternyata saya mendapatkan jawaban yang kurang  memuaskan ketika saya menanyakan kepada seorang pegawai perempuan tentang kejelasan kapan  turunnya SK. &quot;Ngga tau ya mas, karena sekarang berkasnya masih di BKN,&quot; jawab pegawai itu. Dengan sedikit kecewa saya meninggalkan ruangan itu dan selanjutnya pulang.  Ternyata di luar sedang hujan teras. Beginilah situasi di Tanah Bumbu saat ini. Pagi hingga siang  sinar matahari sangat terik eh ternyata pukul 1 siang hujan deras. Sambil menunggu hujan reda,  kami duduk-duduk di dekat pintu sambil &#8216;menikmati&#8217; cantiknya dua siswi yang sedang magang yang katanya dari sebuah SMK di Jakarta.  </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp; Setelah lebih dari 1 jam menunggu, akhirnya hujan bisa reda juga. Tidak ingin hujan datang lagi, kami pun langsung pulang. Sedikit berbeda dengan saat berangkat, saya memacu motor lebih kencang. Sebenarnya tidak terlalu kencang sih, cuma rata-rata 65 Km/jam saja. Saya harus berkejaran dengan  hujan yang terus membuntuti di belakang.  </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp; Saya benar-benar terkejut ketika tiba-tiba di depan saya sebuah tikungan ke kanan dengan sudut sekitar 90 derajat. Semakin membuat saya kaget karena jalannya  menurun dan dari bawah muncul sebuah mobil dengan posisi agak di tengah jalan. Demi menghindari  tabrakan, saya arahkan motor turun dari aspal. Dan sialnya ternyata roda belakang terpeleset  sehingga &quot;BRUAAKK&#8230;..!!!&quot; motor terguling dan saya pun meluncur di aspal. Belum berhenti di situ, saya kembali  terkejut ketika saya masih terlentang di aspal ternyata motor Budi muncul dari belakang mengarah  ke kepala. Dengan masih tersadar, saya pun secara spontan mengangkat kepala berniat menghindari roda motor Budi yang seakan akan melindas kepala saya. Allah Mahapelindung, dengan suara ban yang  nyaring bergesekan dengan aspal akibat terlalu kencang mengerem, motor Budi mampu berhenti sekitar 30 cm dari kepala saya. Alhamdulillaah. Saya tak henti-henti mengucap syukur karena terhindar dari  kecelakaan yang sangat parah.     </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">Dengan sedikit menahan perih pada tangan dan kaki, sambil dibantu Budi, saya menegakkan motor lagi. Saya juga melihat ada salah seorang penumpang mobil yang saya hindari tadi turun ingin membantu tapi telanjur  saya sudah berdiri. Kemudian posisi spion yang ternyata pecah ketika jatuh tadi saya betulkan. Dan tanpa pikir panjang,  motor saya starter dan langsung pergi. Saya sengaja tidak memeriksa luka saya,  yang penting saya bisa segera pergi dari tempat itu. Setelah beberapa kilometer berjalan, saya berhenti. Saya memeriksa tangan kanan dan kaki kanan. Ternyata ada beberapa luka di sana.   </div>
	<div align="justify">&nbsp;</div>
	<div align="justify">&nbsp;&nbsp; Saya heran kenapa hati saya tidak berdegup kencang seperti layaknya ketika mengalami kecelakaan. Bahkan saya menolak saran Budi untuk minum air putih dulu saat baru terjatuh. Ah tau deh. Mungkin karena kebetulan atau apa, malamnya sebelum tidur sebenarnya saya sempat mendengarkan teman yang bercerita pengalamannya kecelakaannya,  kemudian ketika tidur saya juga bermimpi melihat sebuah truk yang terguling ke jurang. Terlepas  entah itu firasat atau apapun, yang penting saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup untuk beberapa waktu lagi. </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/04/08/ternyata-permukaan-aspal-jalan-emang-keras-dan-kasar/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Renovasi Stadion Gajayana</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/02/18/perkembangan-renovasi-stadion-gajayana/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/02/18/perkembangan-renovasi-stadion-gajayana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 05:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Gila Bola:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/02/18/perkembangan-renovasi-stadion-gajayana/</guid>
		<description><![CDATA[	Hari ini lagi-lagi saya memulai mengakses internet dengan ritual dulu, ya saya selalu memulai dengan melihat, membaca, dan merasakan berita-berita yang berkaitan dengan AREMA FC. Nah kebetulan pas akses www.ongisnade.net saya melihat perkembangan renovasi stadion Gajayana Malang. Saya jadi merinding. Merinding karena bangga dan teringat selama saya masih di Malang saya selalu bersama puluhan ribu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Hari ini lagi-lagi saya memulai mengakses internet dengan ritual dulu, ya saya selalu memulai dengan melihat, membaca, dan merasakan berita-berita yang berkaitan dengan AREMA FC. Nah kebetulan pas akses www.ongisnade.net saya melihat perkembangan renovasi stadion Gajayana Malang. Saya jadi merinding. Merinding karena bangga dan teringat selama saya masih di Malang saya selalu bersama puluhan ribu Aremania menikmati kehebatan AREMA FC di stadion ini. Entah sudah berapa ratus atau bahkan berapa ribu kali stadion ini menjadi saksi perjalanan AREMA FC. Mungkin jika stadion ini punya hati, dia juga merasakan kesedihan dan akan menangis saat AREMA FC harus turun kasta tahun 2004. Berikut beberapa foto perkembangan renovasi Stadion Gajayana. (klik untuk memperbesar foto)
<p><a target="_blank" href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna1b.jpg"><img width="200" height="130" border="0" alt="Renovasi Stadion Gajayana" src="http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna1a.jpg" /></a>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a target="_blank" href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna2b.jpg"><img width="200" height="130" border="0" alt="Renovasi Stadion Gajayana" src="http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna2a.jpg" /></a></p>
	<p><a target="_blank" href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna3b.jpg"><img width="200" height="130" border="0" alt="Renovasi Stadion Gajayana" src="http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna3a.jpg" /></a>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a target="_blank" href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna4b.jpg"><img width="200" height="130" border="0" alt="Renovasi Stadion Gajayana" src="http://www.freewebs.com/ongisnade/images/gjyna4a.jpg" /></a></p>
	<p>Mungkin seandainya dalam Superliga 2008 ini AREMA menggunakan stadion ini akan semakin membanggakan. Meskipun stadion Kanjuruhan juga cukup besar. Atau mungkin digilir penggunaannya sehingga Pemkab dan Pemkot juga mendapat untung dari AREMA FC (seperti kata teman-teman Aremania). </p>
	<p>Tapi saya juga bersedih karena saya harus memendam sangat dalam keinginan saya untuk menonton AREMA FC berlaga di stadion ini secara langsung. Bagaimanapun juga saya telah menjadi warga Kalimantan. Meskipun di hati saya selalu ada ruang untuk AREMA, tapi kecil kemungkinan tiap minggu saya bisa pulang ke Malang demi menonton AREMA. Ah nggak apa-apa, yang penting AREMA FC sukses saya sudah sangat senang. &nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/02/18/perkembangan-renovasi-stadion-gajayana/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>MUNGKIN</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/02/02/mungkin/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/02/02/mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 07:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Puisi:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/02/02/mungkin/</guid>
		<description><![CDATA[	

Mungkin kusesali tak sebelumnya kukenali dirimu dan ketika bayangmu menghantuiku inginnya ku merasakan kehangatan kasihmu 
	Mungkin kutangisi semua tindakan bodohku yang membentangkan jurang jarak antaramu inginnya kuputar kembali waktu berlalu 
	Mungkin kan kusalahkan sang pencipta yang menciptakan wanita secantik dirimu dan membuatku tak kuasa menahan gejolak 
	Mungkin kusesali tak kuindahkan pesonamu dan ketika wangimu mengharumi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div class="entry-content">
<div class="entry-body">
<p>Mungkin kusesali tak sebelumnya kukenali dirimu <br />dan ketika bayangmu menghantuiku <br />inginnya ku merasakan kehangatan kasihmu </p>
	<p>Mungkin kutangisi semua tindakan bodohku <br />yang membentangkan jurang jarak antaramu <br />inginnya kuputar kembali waktu berlalu </p>
	<p>Mungkin kan kusalahkan sang pencipta <br />yang menciptakan wanita secantik dirimu <br />dan membuatku tak kuasa menahan gejolak </p>
	<p>Mungkin kusesali tak kuindahkan pesonamu <br />dan ketika wangimu mengharumi <br />inginnya ku bertekuk lutut di hadapanmu </p>
	<p>Mungkin kuratapi betapa tak berartinya diriku <br />yang tak sanggup merangkaikan kata <br />dan membuatmu tak lagi memandangku </p>
	<p>Mungkin kan kubunuh diriku sendiri <br />yang menghentikan langkah tuk berusaha <br />menggapai dan memilikimu</p>
 		</div>
 		 	</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/02/02/mungkin/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Aremania (akhirnya) berontak juga</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/01/17/aremania-akhirnya-berontak-juga/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/01/17/aremania-akhirnya-berontak-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 02:28:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Gila Bola:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/01/17/aremania-akhirnya-berontak-juga/</guid>
		<description><![CDATA[	Menonton pertandingan semalam antara Arema Vs Persiwa dalam lanjutan 8 besar Ligina mengingatkan saya pada final Copa Indonesia I antara Arema Vs Persija. Ya, wasitnya seorang Jajat Sudrajat (sering diplesetkan Jajat Subejat). Pada Final Copa I tahun 2005 dulu, seorang jajat menghancurkan permainan Arema dengan caranya yang licik selalu berpihak kepada Persija (saat itu Jajat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Menonton pertandingan semalam antara Arema Vs Persiwa dalam lanjutan 8 besar Ligina mengingatkan saya pada final Copa Indonesia I antara Arema Vs Persija. Ya, wasitnya seorang Jajat Sudrajat (sering diplesetkan Jajat Subejat). Pada Final Copa I tahun 2005 dulu, seorang jajat menghancurkan permainan Arema dengan caranya yang licik selalu berpihak kepada Persija (saat itu Jajat sempat dipanggil ke kamar ganti untuk mendapatkan teguran).</p>
	<p> Nah ternyata semalam kembali terulang. Jajat kembali berulah dengan cara menganulir 3 gol Arema (bayangkan!!!). Okey mungkin 2 gol pertama masih bisa dimengerti, tetapi gol ke-3 yang benar-benar mutlak gol masih saja dianulir. Akibat kebrengsekan seorang wasit (jajat) beserta hakim garisnya, Aremania yang dikenal sebagai supporter paling sportif di tanah air ini tidak bisa menahan amarah lagi. Bukan dua kali ini saja jajat berulah, setiap Jajat memimpin Arema bertanding selalu saja memihak lawan Arema.</p>
	<p>Padahal keberangkatan aremania ke kediri diawali dengan kedamaian. Sampai perbatasan, persikmania sempat menjemput. Masuk stadion dengan lancar bahkan ada pengumpulan tanda tangan tanda perdamaian dengan persikmania. Sayang akibat ulah wasit, semua menjadi berubah. Tak ayal, seketika PSSI menghukum aremania tidak boleh menonton di seluruh stadion<br />
Indonesia selama 3 tahun!. Berlebihan? ya! seharusnya PSSI melihat secara obyektif. Apalagi aremania selalu dikenal damai. Kalaupun pernah rusuh karena untuk membela diri dari serangan supoter lawan. Selain itu, kejadian semalam karena wasit yang tidak fair dan petugas keamanan yang tidak sigap. Mungkin lebih bijak jika perlu dibedakan dengan kasus-kasus kerusuhan yang dilakukan suporter lain yang memang biasa rusuh.</p>
	<p>Kembali ke soal Jajat. Penunjukan jajat sebenarnya perlu dipertanyakan. Karena Jajat punya sejarah yang buruk dengan arema kenapa dipilih lagi memimpin arema? Jangan-jangan ini skenario PSSI kembali ingin menghancurkan arema dan memancing aremania untuk anarkis?. Padahal masih teringat saat arema dikalahkan persipura di kandang sendiri, tidak ada sedikitpun ada kemarahan aremania. Karena kami (Aremania) paham bahwa dalam sepakbola selalu ada kalah dan menang. Akan tetapi kejadian semalam lain lagi masalahnya. Bagaimana pun aremania juga manusia. Bahkan saya sering dengar dari teman-teman aremania yang bilang, &#8220;percuma kita jadi supporter terbaik kalau selalu menjadi korban.&#8221; Ya, dengan berpredikat supporter<br />
terbaik membuat aremania serba salah ketika mengalami gangguan dari supporter lain dan tindakan-tindakan wasit yang tidak fair.  Apalagi semalam hanya kerusuhan di dalam stadion tanpa ada rembetan di luar stadion. </p>
	<p>Kita lihat saja sanksi PSSI, karena PSSI terkenal organisasi paling bobrok dan penuh keplin-planan, ingat hukuman bonek yang seharusnya 3 tahun ternyata langsung dicabut ketika seorang napi (baca: Nurdin Halid) datang ke surabaya. BRAVO AREMA &#038; AREMANIA!!!!
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/01/17/aremania-akhirnya-berontak-juga/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Chat dengan admin bonekcyber</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/chat-ma-admin-bonekcyber/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/chat-ma-admin-bonekcyber/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 04:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Catatanku:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/chat-ma-admin-bonekcyber/</guid>
		<description><![CDATA[	Tidak menyangka saya bisa chat ma bonex, niy semua karena saya sempat masuk ke webnya bonek trus menemukan salah satu ID-nya admin. saya masuk demi melihat berita &quot;BONEX ANTI AREMANIA&quot;, nah di situ beritanya menyesakkan dada aremania. Nah sayapun meng-add ID tersebut ke YM saya. Berikut petikan hasil chat saya (tanpa sensor sedikitpun) tadi pagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Tidak menyangka saya bisa chat ma bonex, niy semua karena saya sempat masuk ke webnya bonek trus menemukan salah satu ID-nya admin. saya masuk demi melihat berita &quot;BONEX ANTI AREMANIA&quot;, nah di situ beritanya menyesakkan dada aremania. Nah sayapun meng-add ID tersebut ke YM saya. Berikut petikan hasil chat saya (tanpa sensor sedikitpun) tadi pagi sekitar pukul 09:00 WITA</p>
	<p>fendhza: Hai<br />.<font color="#ff3300">:topha- sendiri:.: pa kbr?</font><br />fendhza: Kbr bAek<br />fendhza: Sopo iki boz<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: kera ngalam</font><br />fendhza: Hehe aremania ya<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: yup</font><br />fendhza: Gmana janu kok mundur<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: oya aq lupa dpt id fendzha dmn&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: dia takut</font><br />fendhza: Kok bs lupa<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: takut ga sanggup bikin arema juara</font><br />fendhza: Ini aremania atau aremanit<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: aremania sam</font><br />fendhza: Hehehe km tau q dr bonex-cyber ta?<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wakakakaka&#8230;</font><br />fendhza: Iya ta?<br />fendhza: Guyu mu meDeni<br />fendhza: <br />.<font color="#ff0000">:topha- sendiri:.: oh&#8230;..baru inget<br />.:topha- sendiri:.: yup, kmrn liat2 cybernya bonex</font><br />fendhza: Iya bener kah?<br />fendhza: Ouw pantesan byk yg pv<br />fendhza: Hehehe<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: kok gitu ya ngomongin aremania?<br />.:topha- sendiri:.: cuma dr sudut pandang bonex</font><br />fendhza: Di mana beritanya tah<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: &#8216;bonex anti aremania&#8217; klo ga salah judulnya</font><br />fendhza: Bukan aku tuh. Tmen2 ambil artikel dari milis pSbya<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ooooo&#8230;</font><br />fendhza: Ya itu tmen2 ambil dr milis<br />fendhza: Dah liat vidEo nya blm<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: video paan?<br />.:topha- sendiri:.: bukan video pelemparan bis arema kan?</font><br />fendhza: Di boNekcyber<br />fendhza: Liat saja<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: coba aja ntar<br />.:topha- sendiri:.: btw&#8230;.sering nonton psby?</font><br />fendhza: Ya iyalah<br />fendhza: Jd pelipuT hehe<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: syukurlah&#8230;..kirain yg ikut lempar2 (&#8217;aq sering liat di tv) hehe&#8230;</font><br />fendhza: Wah iku biasa mas<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: oya?</font><br />fendhza: Dr musim ini cuman arema yg dilempar<br />fendhza: Toh yg dilempar kan bus milik sby<br />fendhza: Jd bus arema aman lah<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ya syukurlah&#8230;brarti masih &#8216;menghargai&#8217; arema sebagai rival terberat</font><br />fendhza: Sbnernya yg ngrusak pRmainan bukan boNEK tp ya ballah ama suTaji<br />fendhza: Km malang mana <br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: memang yg mulai ngrusak permaianan ballah&#8230;.tp sebelum masuk stadion bis arema udah rusak<br />.:topha- sendiri:.: mlg kota</font><br />fendhza: Kata sapa yg rusak<br />fendhza: Msh utuh kok<br />fendhza: Cuman pecah 1 kaCa aja<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: kaca depan dkt sopir pecah<br />.:topha- sendiri:.: itu untung ada polisi</font><br />fendhza: Itu pun yg nglempar anak kecil dan dah ktangkep<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: tp psby ke mlg ga pernah diapa2in kan?<br />.:topha- sendiri:.: semua sehat wal afiat</font><br />fendhza: Pernah kata sapa<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: dulu bgt</font><br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: pas di katepil itu</font><br />fendhza: Itu mslah jadwal mas<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: pas masih bernama AFC (arema fans club)</font><br />fendhza: Coba kalu arema ke sby dl di pRTANdingan awal<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: sejak jd aremania sll damai&#8230;kecuali untuk bertahan</font><br />fendhza: Coba liat saja nanti<br />fendhza: Arema kan mau ke kdiri<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: pdhl arema sering di&#8217;bantai&#8217; bonek sjk dulu di copa maupun di liga </font><br />fendhza: Kdiri kan ada dndam jg ma arema. Hehe<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: yup<br />.:topha- sendiri:.: gara2 dulu stadionnya ga cukup bwt arema</font><br />fendhza: Ya jelas aja<br />fendhza: Stadion bwt keDiri aja ga cukup<br />fendhza: Hehe<br />fendhza: Tp aneh mas<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: tp ga bakalan dobrak pintu stadion<br />.:topha- sendiri:.: ga kaya final divisi I psby di kediri<br />.:topha- sendiri:.: hehehe&#8230;.</font><br />fendhza: Ya bda namanya jg final<br />fendhza: Tp keDiri ga ada gsekan smpe skr<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: bukan mslh ma persiknya mas<br />.:topha- sendiri:.: tapi kasian penduduk lokal sana</font><br />fendhza: Tp bonek dndam ma arema wktu prtandingan aja kan?<br />fendhza: Tp coba di mlg<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ga juga<br />.:topha- sendiri:.: pas kita ke deltras juga dirusuhi ma bonek<br />.:topha- sendiri:.: akhirnya yg disalahin aremania&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: pdhl kita dilempari dr luar</font><br />fendhza: Aku g blg sda<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ingat ga?<br />.:topha- sendiri:.: yg dibahas boneknya kan?</font><br />fendhza: Gni lo mksudku<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: seep&#8230;</font><br />fendhza: Kenapa tman2 kalu ke mlg pk bju bonek slalu drusuhin<br />fendhza: Sdangkan di sby byk yg pk bju aremania ga ada yg ganggu <br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: hehehe&#8230;..siapa bilang</font><br />fendhza: Bhkan di dpan stadioN byk yg jual atribut arema<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: mas klo ke toko elektronik gajayana<br />.:topha- sendiri:.: disitu yg julan sll pake kaos bonek<br />.:topha- sendiri:.: dan kita enjoy aja</font><br />fendhza: Skr q tanya di mlg ada g yg jual pSBYA pernak pernik<br />fendhza: Ya itu org lokal<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: prnh liat</font><br />fendhza: Dmana<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: cuma yg jualan kan juga mikir<br />.:topha- sendiri:.: kalo ga ada yg beli</font><br />fendhza: Tp aneh kan<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: silakan ke arema sport<br />.:topha- sendiri:.: dkt swalan trend pas perempatan<br />.:topha- sendiri:.: swalayan</font><br />fendhza: Di sby byk loh di tmpat2 byk yg jual arema<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ya soalnya disana masih laku mas</font><br />fendhza: Gak gt<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: kan byk anak mlg kerja d sby</font><br />fendhza: Aq pnah tnya ma pnjual di mlg<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: iya?<br />.:topha- sendiri:.: trus?</font><br />fendhza: Iyo org mlg ga iso sukses mas kalu g ada sby<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wakakakakakaka&#8230;..<br />.:topha- sendiri:.: ga jd tuhan aja neh? (yg bisa ngatur kesuksesan) </font><br />fendhza: Aq pk bju boNEK di jalan ae di pisuhi<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: alah mas jgn cengeng&#8230;.</font><br />fendhza: Aq pnah tnya ma pnjual<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: apa kita yg ke sby ga sering jd korban?</font><br />fendhza: Dlm rangka apa dl ke sby<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: tanya paan?<br />.:topha- sendiri:.: jln2 aja&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: klo nonton vs psby jujur aq ga brani</font><br />fendhza: Pk arema?<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: yup</font><br />fendhza: Ya emang kan g blh ntn<br />fendhza: Kan sdah jd ksepakatan<br />fendhza: Hahaha<br />fendhza: Pmain asli bina an sby kan byk di arema<br />fendhza: Ada 4 kan<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: hahahaha kok bahas gitu?<br />.:topha- sendiri:.: skrg jamannya profesional mas</font><br />fendhza: Mkanya <br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: apa MU pemainnya dr manchester semua?<br />.:topha- sendiri:.: ga ada kan?</font><br />fendhza: Tp mreka lahir dr koMpetisi psbya<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: knp ga dikontrak aja?</font><br />fendhza: Jgn bndingkan luar mas<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: kan kasian dia nganggur, makanya diambil arema?</font><br />fendhza: Pmain luar itu kan byk dr luar<br />fendhza: Di ind aja cman 5<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: jgn (berpikiran) sempit mas<br />.:topha- sendiri:.: jgn klo psby pemainnya hrs dr sby, ga maju2 mas sepakbola indonesia<br />.:topha- sendiri:.: apa ronny, sutaji mo diambil?</font><br />fendhza: Tp kalu tim ga pnya koMpetisi ya gak maju<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: tp klo pake APBD brarti miskin..<br />.:topha- sendiri:.: dan miskin (adalah) awal ga maju ya kan?</font><br />fendhza: Udah gak tahun dpan udah g pk dana apbd<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: hehehehe&#8230;soalnya di divisi I<br />.:topha- sendiri:.: klo ada degradasi sih&#8230;</font><br />fendhza: Div 1?<br />fendhza: Km tau liga ga toh<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wakakakakakaka&#8230;.superliga man..</font><br />fendhza: Eh aq ada kbr<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: &lt;ketawa ngakak sambil guling2&gt;<br />.:topha- sendiri:.: kbr paan?</font><br />fendhza: Arema bisa di diskualifikasi dr superliga<br />fendhza: Tau ga krn apa<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wakakakaka&#8230;jgn menghibur bonek yg gagal superliga&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: kita tunggu aja di-disk apa ga? buktikan aja</font><br />fendhza: Ini beneran lu mau tau ga knrn apa<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: okey&#8230;.</font><br />fendhza: Lu aremania pasti tau<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: apa?<br />.:topha- sendiri:.: hrs punya junior?</font><br />fendhza: Sik tahun dpan arema di dana i sapa<br />fendhza: Gak<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wakakakaka&#8230;..bentoel</font><br />fendhza: Krn arema gak punya stadion milik arema sndiri<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ye&#8230;..<br />.:topha- sendiri:.: emg psby punya? itu punya pemkot mas</font><br />fendhza: Benar kan?<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wakakakaka&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: baca aturan yg jelas mas</font><br />fendhza: Tp kan resmi<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: yg penting punya venue</font><br />fendhza: Kanjuruhan kan mlik persekam<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: di mlg tigl pilih gajayana ato kanjuruhan</font><br />fendhza: Ga bC brita y<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ye&#8230;&#8230;</font><br />fendhza: Gajayana mlik perSEMA<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: tau ga kanjuruhan yg ngelola sapa?</font><br />fendhza: Lu mash untng perSEKAM th bsk naik div utama<br />fendhza: Eh div 1<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: yg penting punya venue mas<br />.:topha- sendiri:.: terserah itu milik siapa yg penting didaftarin</font><br />fendhza: Ini aq bC artikel berita dr bli mas<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: dan gada perebutan dgn klub yg se level</font><br />fendhza: Aq gak mbujuk i<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ya liat aja superliga besok, okey&#8230;</font><br />fendhza: Aq cuman ksh tau aja<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ga perlu perdebatkan<br />.:topha- sendiri:.: kita buktikan&#8230;.<br />.:topha- sendiri:.: palgai PSSI sering plinplan<br />.:topha- sendiri:.: ingat hukuman bonek seharusnya?<br />.:topha- sendiri:.: 3 taon, tapi&#8230;&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: ya itu gara2 PSSI bangsat itu mas<br />.:topha- sendiri:.: ga bisa dipegang omongannya<br />.:topha- sendiri:.: eh prnh ikut LCA<br />.:topha- sendiri:.: ga?</font><br />fendhza: Dl gajayana mlik arema persema. Tp itu mlik perSema kalu perSEKAM minta pasti arema ga pnya, mslh boNek itu pSsi pancen bAngsat. CobA km lihat 3x krusuhan antar suporter bhkan anarkis tp apa mreka jakmania dpt hukuman?<br />fendhza: Lca? Udah juara 2x masak ga ikut lca? Bisa aja lu guyoN<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wakakakakakaka&#8230;&#8230;.<br />.:topha- sendiri:.: rupanya nyari temen yg sama2 suporter anarkis yah?<br />.:topha- sendiri:.: bedanya bakar2nya ga parah bgt mas<br />.:topha- sendiri:.: bayangin orang sekitar stadion tambaksari skrg takut klo psby main</font><br />fendhza: Walah<br />fendhza: Arema g pnah bkar2 ta<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: pernah<br />.:topha- sendiri:.: bakar boneka boyo<br />.:topha- sendiri:.: di dlm stadion</font><br />fendhza: Skr udah beDA kok bonek<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: kmrn kok masih rusuh (lagi)?<br />.:topha- sendiri:.: bandingkan yah&#8230;</font><br />fendhza: Iya soalnya aremania kaya2 mkanya buaya mlik anakmlgdibkar<br />fendhza: Rusuh yg mana<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: baru bln kmrn kok lupa?</font><br />fendhza: Km blg musuh arema rusuh?<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: aq juga baca loh mas n liat di tv</font><br />fendhza: Lu ga ntn langsung aja kyk tau tau o aja<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: liat ongisnade.net mas&#8230;..byk yg ikut ke sana tau!</font><br />fendhza: Mas mas km itu aneh<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: liat tv, jawapos, detik.com&#8230;dll</font><br />fendhza: Kalu km lihat dw km blh ng<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: masa bagian admin cyber beritanya boong mulu seh?</font><br />fendhza: Ya trSERAH mau mandang bonek dr mana<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: yg jujur aja mas</font><br />fendhza: Trima ksh telah memandang boNEK yg jelek saja<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: oh ga?</font><br />fendhza: Yg baik dilupakan<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: kmrn udah brubah menilai bonek<br />.:topha- sendiri:.: cuma gr2 tgl 30 desember 2007, jadi balik lagi dey..</font><br />fendhza: Aku itu cuman pgn bonek arema akur<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: yg jelas skrg lebih bagus&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: yup&#8230;.setuju&#8230;</font><br />fendhza: Jd jgn bwt provokator <br />fendhza: Msh untng kan bus arema gak hangus<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: oopz&#8230;sorry-sorry rada emosi mas hehehehe&#8230;..<br />.:topha- sendiri:.: masnya sih mancing dulu</font><br />fendhza: Msh untng pmain ga cdera krn ulah bonek<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: alhamdulillah ga seperti taon 2006</font><br />fendhza: Sbenernya yg mancing krusuhan itu bkan dr suporter mas tp pemain nya dw<br />.<font color="#ff0000">:topha- sendiri:.: ya sebenarnya penonton hrs dewasa <br />.:topha- sendiri:.: biarlah dilapangan pemain ngapain&#8230;</font><br />fendhza: Pmain nya kurang dwasa<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: nah?<br />.:topha- sendiri:.: ngelak lagi&#8230;.</font><br />fendhza: Tp kan benar<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: tp klo pas sby menang kok ga rusuh?<br />.:topha- sendiri:.: mgkn mas bisa nonton arema di mlg dey&#8230;</font><br />fendhza: Km g tau kan pas balah mau keluar di provokasi pmain cdangan arema<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: ntar bisa&nbsp; disharing ke bonek ilmunya</font><br />fendhza: Itu yg memancing <br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: mas di mlg jg sering pemain berantem</font><br />fendhza: Gak akan bonek ke mlg krn sdah pRjanjian<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: hahahaha&#8230;..semu!<br />.:topha- sendiri:.: tau ga psby lawan arema copa 2006?<br />.:topha- sendiri:.: di mlg ada suporter bonek cuma ga pake atribut<br />.:topha- sendiri:.: pas di gajayana<br />.:topha- sendiri:.: selama dia ga ngisruh ya sudah</font><br />fendhza: Nah jgn gt di sda jg ada<br />fendhza: Mlh ini parah<br />fendhza: Mreka buat pROVOKASI<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: nah mas ntar bisa blajar byk ke aremania<br />.:topha- sendiri:.: hei man&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: katanya mo damai&#8230;</font><br />fendhza: Ktika dlihat trnyata br ktp mlg<br />fendhza: Kalu sakera gmana?<br />fendhza: Lu jg pnya gsekan kan<br />fendhza: Hahahaha<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: itu mah&nbsp; se-guru ma bonek&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: tp org pasuruan di mlg? buanyak&#8230;.</font><br />fendhza: Aq pnya teman aremania di ym tp gak kyk kamu<br />.<font color="#ff0000">:topha- sendiri:.: makanya masnya jg provokasi gt&#8230;</font><br />fendhza: Dia g pnah jelekin boNek pas pRTANDINGAn kmarin jg dia tlp aku tanya skor<br />fendhza: Lha sampean pRTANYA an mu aneh<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: sama aq jg tanya ma tmn bonek hehehehehe&#8230;.</font><br />fendhza: Aku tanya km dah liat video di cyber boNek ga mlh lu ngoMoNg apa vidEo pelemparan bus arema<br />fendhza: Itu yg mancing aq jg ungkit2 kejelekan arema<br />fendhza: Niat aq bAek mau ngeshare vidEo buat umum<br />fendhza: Arema mau download pun ga aku larang<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: cuma kmrn pertama liat webnya aq mangkel ma beritanya tu loh<br />.:topha- sendiri:.: so mo liat2 yg laen malas<br />.:topha- sendiri:.: pdhl jg pengen</font><br />fendhza: Mangkel biasa. Lu jg bisa liat buku tamu web arema byk yg hujat boNek kan.<br />fendhza: Aq jg mangkel tp aq anggap itu biasa<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: tp bukan beritanya admin mas</font><br />fendhza: Kalu arema bonek damai itU luar biasa<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: klo admin kan musti di filter dulu mana yang pas dan ga&#8230;</font><br />fendhza: Lu msh mending pv aku<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: wah mas sendiri ga menginginkan damai&#8230;<br />.:topha- sendiri:.: apalagi mati krn (ikut kerusuhan dlm perandingan) bola ga bakalan masuk surga loh</font><br />fendhza: Slh dw masuka web kandang buaya<br />.<font color="#ff0000">:topha- sendiri:.: hahahahaha&#8230;.<br />.:topha- sendiri:.: panas niy ye?</font><br />fendhza: Jd ya siap2 aja panas<br />fendhza: Kalu ga panas masuk aja web managemenqolbu<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: &lt;tertawa ngakak&#8230;.&gt;</font><br /><font color="#000000">fendhza: &lt;bergaya monyet manyun&gt;</font><br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: hijau lambang perdaimaian&#8230;dingin mas&#8230;.<br />.:topha- sendiri:.: piss&#8230;piss&#8230;</font><br />fendhza: Hahaha<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: oya silaturahmi anta suporter di mlg kmr ikut ga?<br />.:topha- sendiri:.: pas hbs idul fitri</font><br />fendhza: Ga ikut aq krja<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: seru habis<br />.:topha- sendiri:.: pentolan2 &quot;musuh&quot; kayanya jg datang loh</font><br />fendhza: Ya iya<br />fendhza: Pacarku anak mlg mas<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: oya ?</font><br />fendhza: Tp aq ga pnah apeli dy<br /><font color="#ff0000">.:topha- sendiri:.: knp? takut singa?</font><br />fendhza: Tp dy yg apeli aku </p>
	<p>(bla bla bla&#8230;..masih panjang lagi namun suasana sudah dingin dan nyantai, thx ya bro)</p>
	<p>&nbsp;
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/chat-ma-admin-bonekcyber/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar bikin image vector</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/belajar-bikin-image-vector/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/belajar-bikin-image-vector/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 00:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.: Desain:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/belajar-bikin-image-vector/</guid>
		<description><![CDATA[	Akhir-akhir ini saya suka melihat gambar-gambar kartun yang mirip sekali dengan orang yang digunakan sebagai karakter (katanya disebut gambar vector). Penasaran sekali bagaimana cara membuat. Kalau menggunakan cat air di atas kertas atau cat minyak di atas kanvas mungkin saya sudah pernah meskipun tidak sering, tapi menggunakan komputer saya belum pernah. Pernah suatu ketika saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">Akhir-akhir ini saya suka melihat gambar-gambar kartun yang mirip sekali dengan orang yang digunakan sebagai karakter (katanya disebut gambar vector). Penasaran sekali bagaimana cara membuat. Kalau menggunakan cat air di atas kertas atau cat minyak di atas kanvas mungkin saya sudah pernah meskipun tidak sering, tapi menggunakan komputer saya belum pernah. Pernah suatu ketika saya diajarai seorang teman yang kebetulan kuliahnya jurusan grafis. Tapi begitu teman saya pergi, saya lupa lagi <img border="0" src="http://topha.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/tongue.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /> (tanks ya arip &amp; yudo).</p>
	<p align="justify">&nbsp;</p>
	<p align="justify">Nah ketika sedang browsing internet saya melihat sebuah gambar yang sangat bagus dengan gaya vector. Dalam hati saya bilang, &quot;Ah masa gitu aja saya ga bisa.&quot; Selesai ngenet saya janji akan membuatnya. Dengan berbekal laptop, CorelDraw 12, Photoshop CS2, dan gambar-gambar yang tersimpan di laptop, saya pun mencoba membuat. Ganti-ganti gambar tidak ada yang selesai, semua malah ancur antah brantah. Terus saya mencoba lagi menggunakan sebuah gambar&nbsp; yang menurut saya lucu (thanks ya gorgs, sorry foto lu gw pake <img border="0" src="http://topha.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/smile.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />). </p>
	<p align="justify">Karena saya tidak terlalu mahir CorelDraw, saya cuma menggunakannya untuk men-trace gambar saja. Selanjutnya hasil trace-nya saya olah lagi menggunakan photoshop cs2. </p>
	<p align="center">Gambar asal:</p>
	<p align="center"><img width="300" height="200" border="0" src="http://photos.friendster.com/photos/78/73/27193787/1.jpg" />&nbsp;</p>
	<p align="center">Hasilnya olahan:</p>
	<p align="center"><img width="400" height="300" border="0" src="http://www.geocities.com/pha_bullet/gambar/1.jpg" /></p>
	<p align="justify">Hehehe&#8230;.lucu juga, ternyata saya juga bisa.&nbsp; Akhirnya saya menyadari, <font color="#ff0000"><u>asalkan kita mau maka apapun akan kita dapat</u></font>. Tidak tahu besok-besok fotonya siapa lagi yang akan jadi &#8216;kelinci percobaan&#8217; saya hehehehe&#8230;.. </p>
	<p align="justify">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/01/13/belajar-bikin-image-vector/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Football is Our Religion</title>
		<link>http://topha.blogsome.com/2008/01/11/football-is-our-religion/</link>
		<comments>http://topha.blogsome.com/2008/01/11/football-is-our-religion/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 15:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>topha</dc:creator>
		
	<category>.:Gila Bola:.</category>
		<guid>http://topha.blogsome.com/2008/01/11/football-is-our-religion/</guid>
		<description><![CDATA[	 Ditulis pada 2 Januari 2008 oleh OngisNade.Net 				
	
Diambil dari forum Aremania di LigaIndonesia.com,  tulisan dari Andi BachtiarYusuf, sutradara The Conductors. Nuwus untuk Mbak Pur yang  melemparnya ke milis Arema.
	&ldquo;Football without fans is life without sex&rdquo; -Jock Stein-
	Uki Nugraha memandangi telepon genggam di tangannya, ia tersenyum, seringainya dipamerkannya pada saya. &ldquo;Kawan-kawan Maczman mengirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div class="postinfo"> Ditulis pada <span class="postdate">2 Januari 2008</span> oleh OngisNade.Net 				</div>
	<div class="snap_preview">
<p><img width="200" hspace="8" height="146" border="0" align="left" src="http://www.geocities.com/panjulweb/ongisnade/yuli-tc.jpg" alt="Yuli The Conductors" />Diambil dari <a href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://ligaindonesia.com/forums/viewforum.php?f=6&#038;sid=eb1338c99e9299211c5c2ac4b9754bc6" target="_blank">forum Aremania</a> di <a href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://www.ligaindonesia.com/" target="_blank">LigaIndonesia.com</a>,  tulisan dari Andi BachtiarYusuf, sutradara The Conductors. <em>Nuwus</em> untuk Mbak Pur yang  melemparnya ke milis Arema.</p>
	<p><em>&ldquo;Football without fans is life without sex&rdquo;</em> -Jock Stein-</p>
	<p>Uki Nugraha memandangi telepon genggam di tangannya, ia tersenyum, seringainya dipamerkannya pada saya. &ldquo;Kawan-kawan Maczman mengirim pesan ini,&rdquo; sebaris pesan singkat terbaca &ldquo;Luar biasa sekali Daeng, aksi Aremania bagus bener,&rdquo; Saya dan Uki serta merta tertawa, sementara Stadion Kanjuruhan di kawasan Kepanjen, Malang terus digemuruhi aksi Aremania. &ldquo;Kalian nonton di tv, aku disini&hellip;..merinding!!!!&rdquo; balas Uki lewat pesan singkat pada rekannya di seberang pulau sana, di Makassar. </p>
	<p>Malang memang selalu membuat pencinta sepakbola sejati merinding, empat kali saya ke Malang demi sepakbola, empat kali itu pula saya terpukau atas keheroikan orang Malang. Saat orang menyebut sepakbola Indonesia sudah mati, Aremania menunjukkan bahwa hidup itu masih ada.</p>
	<p>Hari masih menunjukkan pukul 09.30 WIB saat saya dan tim kerja saya turun dari kereta. Kami baru saja datang dari Sleman menyaksikan pertandingan PSS-Persija, sementara di Malang, Arema-PSM adalah sasaran kami. Di Stasiun Kotabaru, 6 jam sebelum kick off atmosfer sepakbola sudah benar-benar terasa.</p>
	<p><img width="220" hspace="8" height="158" border="0" align="left" src="http://www.tribuneindia.com/2002/20020510/sp4.jpg" alt="Fans Feyenoord Rotterdam" />Saya jadi teringat hampir tiga tahun lalu, di Rotterdam, di sebuah hari Kamis saat Feyenoord, tim kebanggaan masyarakat Rotterdam bersiap menghadapi Schalke di babak 8 besar UEFA Cup.</p>
	<p>Satu hari penuh saya melihat Rotterdam yang menjadi Feyenoord, orang-orang pergi ke kantor dengan dasi Feyenoord, anak kecil ke sekolah dengan tempat makan Feyenoord, ibu-ibu di pasar dengan syal milik tim yang saat itu diperkuat oleh Shinji Ono tersebut sampai jendela-jendela dengan bendera Feyenoord terpajang. <em>(<a href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://www.tribuneindia.com/2002/20020510/sp4.jpg" target="_blank">foto dari sini</a>)</em></p>
	<p>Di Malang saya merasakan kekuatan atmosfer yang sama, dan menemukan kembali bahwa sepakbola selalu memiliki kekuatan lebih besar dari kekuatan duniawi lainnya.</p>
	<p>Orang menyebut dirinya Monas, tak jelas apa penyebabnya. Dialah orang yang nantinya bertugas mengantarkan kami selama kami berada di Kota Malang. Lelaki yang ukuran tubuhnya sama sekali tidak mirip Monas ini adalah seorang supir angkot (angkutan kota-red) dan seperti ritual-ritual pendukung tim dimanapun di dunia, Monas sedang menghabiskan minuman beralkohol di depan stasiun sembari menunggu kami.</p>
	<p>Ia tentu saja tidak sendirian, 5 orang rekannya juga berada disitu. Mereka terus menghabiskan berbotol alkohol sembari bernyanyi mars-mars Aremania &ldquo;Disini Arema berjaya, disini Arema menang&hellip;&hellip;.&rdquo; Hanya salah satu contoh senandung yang menyelinap dari aroma alkohol di nafas mereka. Di tembok stasiun, gamba-gambar Singa sebagai lambang tim kesayangan terserak di mana-mana. Bisa berbentuk graffiti bisa berbentuk sekedar slogan. Hari itu Minggu 22 April 2007, Singo Edan akan menghadapi tim Juku Eja dari Makassar.</p>
	<p>Malang terletak sekitar 2 jam perjalanan dari Surabaya, sejak lama kota ini memendam persaingan yang sangat kental dengan saudara mereka di Surabaya. Apapun yang berbau Surabaya selalu mengundang kebencian bagi mereka, jangan heran jika Aremania yang mempunyai kecenderungan damai justru selalu bentrok jika berjumpa dengan para Bonek dari Surabaya atau apapun yang berbau Kota Buaya.</p>
	<p>Surabaya bagi mereka adalah simbol kemapanan kota besar, menjadi beda dengan kemapanan adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai kelompok masyarakat ini. Konon, budaya walikan adalah salah satunya. &ldquo;Laskar Ongis Nade adalah sebutan kami,&rdquo; ujar Yuli Sugianto alias Yulis Soemphil salah seorang pentolan Aremania dari kawasan Sumpil. Ciri walikan atau terbalik adalah sesuatu yang hanya dimiliki oleh Arek Malang, tidak oleh masyarakat lain &ldquo;Begitu kira-kira Fusuy,&rdquo; Yuli tertawa saat menyebut nama saya yang disebut secara walikan.</p>
	<p><img width="433" height="287" border="0" src="http://farm2.static.flickr.com/1399/1421688183_472b78cf3c.jpg" alt="Aremania di Stadion Kanjuruhan" /><br /> <em>foto <a href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://farm2.static.flickr.com/1399/1421688183_472b78cf3c.jpg" target="_blank">diambil dari sini</a></em></p>
	<p>Berbeda seperti Jakarta di hari pertandingan, Malang berubah menjadi jauh lebih hidup. Seperti di Rotterdam dan kota-kota Eropa lainnya, orang Malang tiba-tiba merasa wajib untuk mengenakan segala atribut Arema. Ratusan motor bergerak menuju Kepanjen, ribuan orang berjalan di pematang sawah yang praktis mengelilingi Stadion yang terletak di pinggir kota tersebut. Puluhan angkutan umum dan kendaraan pribadi lainnya pun ramai dipenuhi Arek-Arek Malang yang ingin menyaksikan timnya menaklukkan lawannya &ldquo;Taklukkan lawanmu di kandang singa&hellip;.&rdquo; Teriak mereka di penjuru kota Malang.</p>
	<p>Handoko alias Benjol adalah seorang Aremania sejati. Walau akibat bekerja ia terpaksa mengurangi frekwensi datang ke stadion, Benjol tetap berhati Ongis Nade &ldquo;Arema adalah perlawanan!&rdquo; tegasnya. Bisa jadi ia benar, Singo Edan sebenarnya hanyalah salah satu contoh dari tim yang tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah daerah, namun tim ini adalah satu-satunya tim yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang berdomisili disitu &ldquo;Bahkan mereka bisa jadi jauh lebih antusias daripada tim pelat merah lainnya,&rdquo; ujar Firmansyah Husein, seorang rekan yang bekerja di sebuah stasiun TV swasta.</p>
	<p>Di Malang ada satu tim besar lain &ldquo;Tapi bagi kami mereka kecil,&rdquo; ujar Benjol dengan mimik sangat serius. Tim dengan kostum merah itu bernama Persema (Persatuan Sepakbola Malang), tapi tim ini sama sekali tidak memiliki tempat di hati Arek Malang. &ldquo;Ada sih yang datang nonton, tapi mereka bukan pendukung hanya sekedar menonton,&rdquo; ujar Cahyo seorang fotografer media olahraga di Indonesia. &ldquo;Arema menghidupi diri mereka sendiri, tanpa bantuan siapapun, kami tim profesional dan mungkin satu-satunya di Indonesia,&rdquo; Yuli mengangkat gelas bir miliknya menegaskan keyakinannya.</p>
	<p>Indonesia adalah negara dengan fanatisme sepakbola luar biasa, saya mencatat bahwa atmosfer sepakbola di Indonesia mampu mengalahkan atmosfer sepakbola Eropa sekalipun. Bahkan Arya Abhiseka yang pernah bekerja di jaringan O Globo, Brazil dan sempat menyaksikan bagaimana sepakbola diperlakukan di Amerika Latin menyebut &ldquo;Saya menempatkan Aremania di jajaran 5 besar terbaik di dunia,&rdquo;</p>
	<p>Fanatisme dan antusiasme luar biasa ini memang belum diikuti oleh prestasi tim nasional yang memadai, atau sekurangnya berbanding lurus dengan kegilaan-kegilaan itu sendiri. Tapi, di negeri ini sepakbola adalah alat politik yang luar biasa. Seorang Gubernur bisa menjadi pusat perhatian dan simpati saat ia terus menggelontorkan dana besar pada tim lokal di kota tersebut. Kandidat Bupati atau Walikota dengan janji memajukan sepakbola lokal dengan dana besar bagi tim setempat dijamin akan mendapat tempat di hati rakyat. Konon seorang Walikota yang sudah merosot popularitasnya tiba-tiba menjadi sosok paling terkenal saat ia mengalihkan beberapa dana pendapatan daerah bagi &ldquo;perkembangan&rdquo; sepakbola di kota tersebut.</p>
	<p>&ldquo;Bahkan ada daerah yang anggaran timnya bisa lebih besar daripada pendapatan asli daerah tersebut,&rdquo; tulis sebuah media. &ldquo;Tapi itu tidak berlaku disini!&rdquo; tegas Benjol. &ldquo;Pemerintah berarti kemapanan dan politik adalah manipulasi,&rdquo; tambahnya dengan nada penuh semangat &ldquo;Bahkan warna merah yang mereka (Persema) pakai adalah hasil rekayasa partai politik penguasa,&rdquo;</p>
	<p>Pembicaraan ini saya alami kurang lebih 2 bulan sebelum kedatangan selanjutnya yang saya tulis di awal cerita ini. Saat itu saya merasa Benjol berlebihan, ketika kembali ke Malang untuk pertandingan lain, saya menyetujui semua ucapan Benjol tentang perlawanan tadi. Berada diantara Aremania selama total 7 hari, saya merasakan kebencian mereka yang besar pada dua hal, Surabaya dan Persema! &ldquo;Ini bukan soal <em>derby</em> tapi lebih pada soal harga diri kami,&rdquo; tegas Yoseph  Nanda Nafasan alias Kepet.</p>
	<p>Harga diri? Bisa jadi, rasa mandiri itulah yang mungkin mereka sebut sebagai harga diri. Tak terbayangkan dalam diri mereka bagaimana hidup seperti kerbau yang dicocok hidungnya. &ldquo;Harga diri ini yang membuat kami pasti membeli karcis jika nonton ke stadion,&rdquo; jelas Isa Prio Utomo alias Kampret.</p>
	<p>Fakta lain juga menyebutkan bahwa sifat Arema memang sudah ada dalam diri Arek Malang bahkan jauh sebelum tim ini lahir di tahun 1987, apalagi Arema adalah akronim dari Arek Malang.</p>
	<p>Panggil saja dirinya Yuli, di Malang bahkan anak-anak kecil yang kami jumpai di tengah jalan bisa akan mengenali nama lelaki berusia 31 tahun tersebut. Di luar stadion ia adalah sosok yang menyenangkan, pria yang sangat ramah dan selalu tersenyum. Tapi di dalam stadion, saya membayangkan Mick Jagger saat menjadi saksi bagaimana seisi stadion menghormati dirinya.</p>
	<p>Bayangkan, ia datang dari sisi utara tribun timur yang hari itu sekurangnya dipadati 35.000 Aremania. Tak pernah Yuli datang jauh-jauh waktu, ia memilih 30 menit sebelum pertandingan sebagai saat terbaiknya &ldquo;Karena 30 menit pas untuk memanaskan suasana dan tidak terlalu membuat mereka jenuh,&rdquo; jelasnya. Dari sisi utara tribun timur ia bergerak perlahan menuju &ldquo;panggungnya&rdquo; tepat di tengah tribun timur.</p>
	<p>Kanjuruhan yang sudah dipadati paling tidak 35.000 orang mendadak menyepi. Mereka yang berada di tribun timur sontak mengambil satu langkah mundur untuk memberi jalan bagi &ldquo;sang superstar&rdquo;. Dengan senyumnya yang simpatik, Yuli melangkah menuju &ldquo;singgasananya&rdquo;, hampir di setiap langkah ia terpaksa berhenti untuk menerima tawaran minuman beralkohol dari Aremania. Saya menduga, bisa jadi ia sudah menenggak total 2 botol saat berdiri di depan Aremania.</p>
	<p>Stadion mendadak hening dan Yuli sudah berdiri di depan mereka, maka dimulailah aksi-aksi tersebut. Orang bilang sepakbola Indonesia adalah pangkal muasal kerusuhan, terus terang saya selalu tidak menemukannya setiap menyaksikan tim apapun bertanding. Saya selalu menemukan keceriaan, warna hidup dan makna hidup yang luar biasa. Di Malang saya menemukan arti itu menjadi lebih besar.</p>
	<p><em>&ldquo;If you also have football in your country, means you are civilise,&rdquo;</em> ujar Antony  Sutton seorang Gunners yang kini tinggal di Jakarta. Orang London yang menyebut  dirinya berasal dari <em>&ldquo;500 metres from the home of the real football,&rdquo;</em> ini  menemukan orang Indonesia memahami arti sepakbola sebenarnya. <em>&ldquo;Just like us,  when we&rsquo;re really believe in the game 10 years ago,&rdquo;</em></p>
	<p><img width="450" height="237" border="0" src="http://www.geocities.com/areklavanda/ongisnade/vspersiba4.jpg" alt="Yuli The Conductors" /><br /> <em>foto oleh <a href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://www.friendster.com/lunjap" target="_blank">zoel<br /> </a></em><br /> Yuli adalah magnet, setiap gerakannya menjadi dogma yang diikuti oleh para Ongis Nade yang berada di stadion. Saat tangannya bergerak keatas, semuapun mengikuti, ketika tubuhnya yang kurus condong ke kiri atau ke kanan, nyaris tak ada yang lewat untuk tidak mengikutinya. Puncaknya saat seisi stadion menyanyikan lagu &lsquo;Satu Nusa Satu Bangsa&rsquo;, bergetarlah Kanjuruhan oleh satu gerakan yang sama dan nyanyian yang sama, ini pun masih dipuncaki lagi saat mereka akhirnya mampu menaklukkan Persebaya 2-1 atau PSM 3-0.</p>
	<p>Sementara Stadion Gajayana markas Persema sepi dari penonton, Stadion Kanjuruhan si kandang singa dipadati oleh sekurangnya 45.000 Aremania yang terus bersorak memberi dukungan. Hari itu adalah hari yang sama kala Persema memukul PSSB di Gajayana, di jantung kota Malang. &ldquo;J*#*uk!!! Harusnya mereka kalah saja,&rdquo; ujar Kampret.</p>
	<p>Tak ada satupun Aremania yang senang saat tahu saudara sekota mereka menang 2-0 di kota mereka. &ldquo;Tim macam ini bagusnya dibubarkan, mereka sama saja dengan Bonek, kami ini bondo duit (punyanya duit) mereka bondo nekad (punyanya nekad),&rdquo; sergah Yuli. Menjadi mandiri memiliki kebanggaan tersendiri, padahal secara akar tradisi Arek Malang baru menyebut diri mereka Aremania dengan fanatisme sedahsyat sekarang barulah di sekitar awal 1990an, bisa jadi malah kala Arema menjuarai kompetisi profesional Indonesia saat itu alias Galatama.</p>
	<p>Sebagai sebuah fanatisme, Aremania mungkin saja masih baru. Namun kegilaan, fanatisme, hasrat dan segalanya bisa jadi lebih dahsyat dari yang dimiliki oleh pendukung fanatik dari tim-tim dengan tradisi panjang macam PSM, PSMS, Persib atau mungkin Persebaya sekalipun. &ldquo;Baru kali ini berada di Kanjuruhan dan kali ini pula saya terkesima,&rdquo; ujar Uki putra Sulawesi asli yang datang ke Malang khusus demi PSM.</p>
	<p>&ldquo;Usia Arema memang belum panjang, baru 20 tahun di 2007 ini, tapi fanatisme Aremania seperti berusia ratusan tahun,&rdquo; sergah Firmansyah yang berulang kali menyayangkan pilihan saya menjadikan Jakmania sebagai obyek dokumenter sepakbola pertama. &ldquo;Saya bukan mau bilang bahwa Jakmania jelek, tapi Aremania yang terbaik,&rdquo; tentu saja pembelaan diri saya adalah, jarak dan dana menjadi kendala, apalagi &ldquo;Semua sponsor bilang saya gila saat datang ke mereka dan berkata minta uang untuk bikin dokumenter suporter sepakbola Indonesia,&rdquo; kelit saya jujur.</p>
	<p>Menelusuri kota Malang membuat saya benar-benar merasa berada di sebuah kota  sepakbola di Eropa. <em>&ldquo;Football is my religion, The Valley is my church,&rdquo;</em> adalah salah satu contoh slogan yang saya lihat di tembok Tenggara kota London dimana Charlton FC berada. Pria dengan tato bergambar singa di lengan atau dadanya, patung singa yang terpajang di sudut-sudut jalan, mobil yang dilukis singa sampai anak-anak kecil yang terus saja menyanyikan mars terhadap Aremania.</p>
	<p>&ldquo;Suporter sepakbola adalah orang terkaya di dunia, mereka bisa bepergian kemana mereka mau mengikuti tim kesayangan,&rdquo; kisah Benjol &ldquo;Dulu saya kaya, sekarang jatuh miskin karena bekerja dan berkeluarga,&rdquo; sambung Benjol. Kehilangan banyak waktunya di tempat pekerjaan, tidak membuat lelaki berusia 29 tahun ini menjadi lembek, di hatinya masih terpahatkan singa dan kediamannya masih saja menjadi tempat berkumpul Aremania lainnya. Saya dan tim kerja saya juga memilih untuk tidur di tempatnya selama kami berada di Malang.</p>
	<p>&ldquo;Tapi saya tidak pernah keluar dari Aremania, bahkan tidak pernah masuk,&rdquo; wajahnya sangat serius. Baginya dan bagi seluruh Aremania, menjadi Aremania dan mencintai si Singa bukan masalah kartu anggota tapi lebih dalam dari itu, yakni di hati dan jiwa.</p>
	<p>Aremania praktis tidak pernah dilahirkan, agak sulit melacak kapan mereka mulai terlihat di stadion. Ada yang menyebut saat Singo Edan menjuarai Galatama, ada yang menyebutnya saat Arema pertama kali mentas di Gajayana, atau ada pula yang menyebut bahwa Aremania sudah ada jauh sebelum Arema dilahirkan &ldquo;Aremania yang sepakbola ya ketika Arema lahir, tapi jauh sebelum itu kami sudah ada, karena Aremania adalah Arek Malang dan kami semua ini adalah Arek Malang,&rdquo; jelas Kepet.</p>
	<p>Tanpa organisasi dan ketua membuat Aremania menjadi sangat independen bahkan di masalah pengaturan diri mereka sendiri &ldquo;Jika pun ada korwil, itu lebih karena memang dibutuhkan sebagai titik-titik penjualan karcis,&rdquo; jelas Kampret.</p>
	<p>Kemandirian mereka juga tercermin saat pergi mendukung timnya bertandang ke luar kota. Tidak ada kuota kapasitas stadion dimanapun yang sanggup menahan laju kedatangan mereka, tidak juga PSSI. Ketika kelompok suporter lain sibuk mengatur bagaimana tata cara menonton tandang, Aremania langsung angkat tas dan berangkat menuju kota tujuan dengan bekal secukupnya. Di kota tujuan itulah mereka biasanya baru bertemu dengan teman-teman sekampung mereka.</p>
	<p>&ldquo;Tak ada ketua, tak ada struktur organisasi dan tak ada kartu anggota, tapi Anda lihat saja sendiri bagaimana kami hidup,&rdquo; Benjol menegaskan, tumpukan karton susu dari tempat ia bekerja terlihat memenuhi sebagian ruang tamunya. Saya sudah membuktikan sendiri penjelasan-penjelasan ini, baik di Malang beberapa waktu ini atau di Jakarta 3 tahun lalu, saat mereka berada di posisi 2 dari bawah dan sudah dipastikan akan terdegradasi.</p>
	<p>Hari itu di Lebak Bulus mereka bertarung melawan Persija, sama sekali tidak menentukan karena apapun hasil, Singo Edan akan terlempar ke Divisi I. Sepikah dukungan? Sama sekali tidak, catatan menyebut setidaknya 3000 Aremania datang ke Jakarta. Bandingkan dengan tim-tim lain yang berada dalam keadaan kritis yang sama, saya memang tidak menyaksikan semuanya. Tapi setiap kali saya menjadi saksi, hanya segelintir pendukung yang datang, lebih parah lagi banyak pendukung sepakbola yang memilih siapa lawan. &ldquo;Kalau perlu, pergi ke neraka pun Aremania akan pergi mendukung,&rdquo; kalimat ini terpampang di situs Aremania.</p>
	<p>Aremania adalah fenomena, publik sepakbola Indonesia mengenal mereka sebagai salah satu pelopor gerakan suporter atraktif di Indonesia. Mayor Haristanto, pendiri Pasoepati (Pasoekan Suporter Sejati) di Solo menyebut Aremania sebagai &ldquo;Soko guru Pasoepati,&rdquo;. Di kala suporter lain masih mendukung dengan cara &ldquo;biasa&rdquo;, Aremania memberikan sesuatu yang berbeda.</p>
	<p><img width="443" height="294" border="0" src="http://cultureofsoccer.com/wp-content/uploads/2007/05/boca_fans.jpg" alt="Suporter Boca Junior di La Bombonera" /><br /> Suporter Boca Junior di Stadion La Bombonera. <em>(foto <a href="http://topha.blogsome.com/go.php?http://cultureofsoccer.com/wp-content/uploads/2007/05/boca_fans.jpg" target="_blank">diambil dari sini</a>)</em></p>
	<p>&ldquo;Bermain di Bonbonera berbeda dengan di Eropa, hanya pendukung Boca Juniors yang terus bernyanyi sepanjang 90 menit pertandingan,&rdquo; ujar Juan Roman Riquelme, bintang Argentina yang baru saja kembali bermain di negerinya setelah beberapa tahun berada di Eropa bersama Barcelona dan Villareal. Riquelme jelas salah! Ia tampaknya harus sowan ke Indonesia agar tahu bahwa di negeri ini, para fanatis juga tahu bagaimana cara mendukung tim kesayangannya dengan benar.</p>
	<p>Sama seperti di Amerika Latin, di Indonesia tontonan sepakbola adalah agama dan stadion adalah kuil persembahan pada agama tersebut. Jika saja negara bisa mengakui lebih dari 5 agama, maka sepakbola akan mendapat tempat di jajaran kepercayaan tersebut. Aremania adalah fakta, bukan fenomena, kecintaan mereka pada Arema lebih tinggi dari kecintaan mereka terhadap diri mereka sendiri.</p>
	<p><em>Well</em>&hellip;Malang memang bukan Jakarta, di kota itu klub sepakbola adalah nafas bagi mereka, representasi diri yang disematkan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat kota. Ketika di ibukota, kelompok suporter sepakbola dianggap sebagai biang pengacau, maka disini semua orang adalah &ldquo;biang pengacau&rdquo; tersebut, karena mereka semua mencintai satu ikon yang sama, Arema Malang.</p>
	<p><em> (Andi BachtiarYusuf, filmmaker &amp; football reverend)</em></p>
 </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topha.blogsome.com/2008/01/11/football-is-our-religion/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
