Home| Teknologi| Kesehatan| Catatanku| Tutorial| Cerpen| Biodata

July 9, 2009

Membuat PDF dengan fpdf

Filed under: .:Tutorial:.


Pada dasarnya pembuatan file pdf dengan php dapat dilakukan dengan fungsi header(’Content-Type: application/pdf’)  yang telah disediakan oleh php itu sendiri. Namun alangkah baiknya seorang web developer lebih mengedepankan efisiensi tenaga dan waktunya dengan mempergunakan kelas tambahan yang notabenenya kelas tersebut erat hubungannya dalam penyusunan file pdf, sehingga waktu untuk coding aplikasi berbasis web tersebut dapat dipercepat.
Kelas tambahan ini sebenarnya adalah suatu php script yang dapat anda unduh secara gratis, didalamnya berisi kelas-kelas yang dapat mempermudah anda untuk membuat laporan berformat pdf. Terima kasih banyak untuk mas Olivier Plathey  atas kontribusi fpdf-nya yang benar-benar bermanfaat sekali.

Intro fpdf…
Setelah anda download silahkan lakukan ekstrak dalam direktori yang anda suka, pastinya anda mengekstraknya di bawah direktori htdocs. Kalo nggak di dalam direktori htdocs scriptnya ya nggak jalan. :D . Di sini penulis melakukan ekstrak script inti fpdf.php ke dalam direktori /htdocs/fpdf/fpdf.php, sehingga jika penulis mengakses fpdf.php dari luar direktori /fpdf menggunakan require jadi seperti ini :

require "../fpdf/fpdf.php";

dengan dua titik di depannya.
Ya, silahkan dimainkan saja, yang penting intinya adalah anda dapat menggunakan kelas-kelas yang ada dalam fpdf.php tersebut dengan mudah.

Di bawah ini adalah contoh script sederhana menggunakan fpdf untuk membuat satu halaman A4 Landscape, dan didalamnya di tuliskan sebuah kalimat dengan font 12.

<?php
require "./fpdf/fpdf.php";
$laporan=new FPDF(’L',’mm’,'A4′);
$laporan->AddPage();
$laporan->SetFont(’times’,'B’,12);
$laporan->Cell(280,10,’Pembuatan File PDF’,1,1,’R');
$laporan->Output();
?>

Lihat dalam bentuk pdf

Di sini saya jelaskan sedikit, pada script fpdf.php terdapat sebuah kelas inti yaitu FPDF yang mewakili pembuatan header bertipe pdf.
Kalimat ini,
$laporan=new FPDF(’L',’mm’,'A4′);
diartikan sebagai pembuatan objek baru dari kelas FPDF dengan kata lain membuat file pdf baru, dengan kriteria halamannya itu Landscape (L), satuannya millimeter (mm) dan page sizenya A4.

Selanjutnya baris
$laporan->AddPage();
Digunakan untuk membuat halaman pertama dari file pdf yang ada. Sehingga apabila ditambahkan satu baris lagi $laporan->AddPage(); halamannya otomatis menjadi 2. Dan begitu seterusnya.

Baris selanjutnya,
$laporan->SetFont(’times’,'B’,12);
Kalimat seperti ini digunakan untuk mengeset font file pdf tersebut, Set Fontnya menjadi times new roman, dengan ukuran 12, dan lakukan cetak tebal.

Kemudian baris selanjutnya,
$laporan->Cell(280,10,’Pembuatan File PDF’,1,1,’R');
Untuk menuliskan sebuah kalimat cukup menggunakan Cell(), atau MultiCell(), dimana Cell() biasanya digunakan hanya dapat digunakan untuk membuat kalimat satu baris saja, sedangkan MultiCell() dapat menghandle banyak baris.
Nilai 280 pada parameter awal, di gunakan sebagai margin kiri kalimatnya.
Kemudian nilai 10 sebagai parameter kedua, digunakan untuk margin atasnya.
Selanjutnya untuk menuliskan kalimatnya diletakkan di parameter ke 3.
Dan nilai 1 di parameter ke empat adalah untuk memberikan border, pada kalimat tersebut, selanjutnya nilai 1 di parameter ke 5 gunakan untuk posisi, apakah akan mengikuti parameter selanjutnya apa tidak, parameter selanjutnya yakni “R” adalah untuk mengatur posisi dimana kalimat ini akan diratakan, apakah rata kiri, atau rata kanan.

Baris selanjutnya yaitu :
$laporan->Output();
Ini digunakan untuk menghasilkan file pdf nantinya.
Cukup mudah ya ? ;) Ya, fpdf-nya dapat didownload disini :
http://networkandgame.890m.com/ilmuwebsite/php/fpdf16.zip

Web Server dalam CD dengan ampstart dan xampplite

Filed under: .:Tutorial:.

Pernahkan anda berpikir bagaimana menjalankan suatu sistem informasi dinamis menggunakan bahasa pemrogaman php dalam cd/dvd entah itu profile perusahaan, katalog produk/jasa suatu perusahaan,  ataupun hal lain seputar sistem informasi berbasis web yang tentunya sangat membutuhkan adanya web
server dalam cd. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat anda lakukan agar dapat menjalankan sistem informasi berbasis php dan mysql dalam cd, seperti menggunakan xampplite dan script autorun.inf, namun yang jadi permasalahannya adalah bagaimana menjalankan browser internet lengkap dengan urlnya sekaligus webservernya ketika user memasukkan cd kedalam cd roomnya. Sebenarnya bukanlah masalah bagi anda yang sedikit mengerti batch programming, kemudian melakukan kompilasi batch tersebut menjadi .exe untuk dapat dijalankan secara otomatis oleh autorun.inf. Namun terdapat satu masalah lagi seperti bagaimana membuat webserver stop secara otomatis ketika browser internet di close? Atau bagaimana membuat web server otomatis stop ketika user meng-eject cd? Ada masalah tentu saja ada solusi. Apapun itu masalahnya tentunya pasti ada solusinya.

Sebenarnya telah lama ada tools kecil yang dapat berintegrasi dengan web server portable semacam xampplite. Yakni ampstart. Dengan ampstart yang di integrasikan dengan xampp lite anda dapat menjalankan sistem informasi yang anda buat secara otomatis melalui media cd. Fitur ampstart antara lain:

  • Menjalankan Apache dan Mysql secara otomatis
  • Dapat menjalankan Apache service di luar port 80
  • Membuka browser internet lengkap dengan urlnya secara otomatis
  • Dapat melakukan eject CD/DVD ketika web server di stop
  • Stop Otomatis web server ketika browser di close
  • Mendukung PDO
  • dll…

Yang perlu dilakukan untuk dapat menjalankan web server dalam cd adalah sebagai berikut :
Download terlebih dahulu xammp portablenya terlebih dahulu
http://www.apachefriends.org/download.php?xampplite-win32-1.7.1.exe

Kemudian silahkan lakukan extract di direktori anda, penulis menggunakan direktori D:\xampplite
di mana dalam direktori ini terdapat file-file controlling xampp lite seperti :
 
xampp-control.exe
xampp-portcheck.exe
xampp_restart.exe
xampp_start.exe
xampp_stop.exe
makecert.bat
mysql_start.bat
mysql_stop.bat
service.exe
setup_xampp.bat

Langkah selanjutnya download terlebih dahulu ampstartnya
http://ampstart.ampstart.com/file.php?id=bqhdkgqc

kemudian letakkan satu direktori dengan file-file controlling xampp lite yang tadi.

Untuk mengetes berjalan atau tidaknya ampstart ini silahkan double click. Akan ada splash screen milik ampstart, kemudian ampstart akan muncul sebagai icon di traybar.
Anda dapat mengkonfigurasi ulang ampstart agar dapat menjalankan browser lengkap dengan url localhostnya secara otomatis. Klik kanan icon ampstart di traybar kemudian pilih  AmpStart in editor.

Sekedar catatan, untuk dapat membuka url secara otomatis silahkan isi sub urlnya di homepage,
sebagai contoh : untuk membuka url http://localhost/joomla/index.php secara otomatis, cukup mengisi Home Page dengan joomla/index.php saja.

Setelah itu save kemudian close.
Langkah terakhir adalah siapkan satu buah file bernama Autorun.inf kemudian buka file tersebut dengan notepad lalu isi didalamnya :

[autorun]
open=AMPstart.exe
icon=ico.ico

Save kemudian letakkan satu direktori dengan ampstart dan file controlling xammp.
Ya, semua telah selesai dipersiapkan. Langkah terakhir adalah burning semua file tersebut ke dalam cd. CD Room akan membaca autorun.inf dan otomatis akan menjalankan ampstart yang kemudian akan dapat menjalankan web server apache plus mysqlnya, dan browser internet secara otomatis. Selamat Mencoba.

Lima langkah membuat efektif keyword

Filed under: .:Tutorial:.
Rieset keyword adalah sesuatu aspek yang vital dari perencanaan Search Engine Optimizaton, jika situs anda memasang keyword yang salah, search engine dan customer anda tidak akan menemukan website anda

Proses riset keyword dapat di jabarkan dalam beberapa poin berikut ini:

1. Ciptakan Daftar Keyword dan Cek Daftar Tersebut 2x
2. Gunakan Tool Riset Keyword
3. Pastikan Daftar Keyword Anda Sekali Lagi
4. Rencanakan Langkah Anda
5. Submit ke Search Engine

Penjelasan:

1. Ciptakan Daftar Keyword dan Cek Daftar Tersebut 2x

Langkah pertama dalam proses adalah  membuat daftar potensial keyword. Pikirkan semua kata-kata yang akan di ketikkan visitor dalam kotak search google atau search engine lainnya untuk menemukan website anda
contoh "tutorial photoshop" atau "laptop murah"

2. Gunakan Tool Riset Keyword

Dalam hal ini kita ambil contoh kita hendak memasang keyword "tutorial photoshop", sebelumnya kita tidak tahu berapa nilai persainganm, dari keyword "tutorial photoshop" tersebut, semakin tinggi nilai persaingan maka semakin banyak visitor mencari keyword tersebut.

Contoh:
Perbandingan dan Nilai persaingan

tutorial photoshop 50
belajar photoshop  20

maka orang lebih suka mencari keyword "tutorial photoshop" daripada "belajar photoshop"

Nah dalam mencari perbandingan nilai keyword kita dapat menggunakan beberapa tool yang tersedia di internet, ada yang gratis dan ada yang bayar, diantaranya:

Overture Keyword Selector Tool (Gratis):
http://inventory.overture.com/d/searchinventory/suggestion/
Overture selain menunjukkan persaingan keyword, dia juga menampilkan kombinasi frase-frase keyword terkait
hal ini cocok untuk mencari "Niche Market"

Wordtracker: - tool bagus, tapi untuk versi gratisnya dia hanya menampilkan Search Result MSN,
http://www.wordtracker.com/

Google AdWords Keyword Tool:
https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal
Bagi yang ingin memasang Adwords anda bisa mengetahui harga keyword di sini

3. Pastikan Daftar Keyword Anda Sekali Lagi

Dibagian ini anda tahu sendiri apa yang harus nya di lakukan, apakah memilih keyword yang mempunyai persaingan tinggi atau persaingan rendah (Niche market)
Contoh:
Perbandingan dan Nilai persaingan

tutorial photoshop 50
belajar photoshop  20

Disini terserah, anda pilih menggunakan keyword yang mana
=> Jika anda menggunakan keyword yang mempunyai persaingan tinggi, maka untuk mengimbanginya website anda harus ber-pagerank tinggi pula
=> Jika anda menggunakan keyword yang mempunyai persaingan rendah (Niche Market), maka website anda dapat dengan mudah meraih Ranking #1 di Google

4. Rencanakan Langkah Anda

Siapkan langkah anda dan pasang keyword-keyword tersebut pada:

# Title Tag <title>
# Meta Description Tags <meta decscription=>
# Meta Keywords Tag <meta keyword=>
# Headings <h1> <h2>
# Alt text <alt>
# Anchor Text/ Navigational Links <a href=> keyword </a>

5. Submit ke Search Engine

Anda bisa mensubmit website anda ke Google di : www.google.com/addurl dan Yahoo

June 2, 2007

Lima Alasan untuk me-Redesign dengan CSS

Filed under: .:Tutorial:.

Banyak pemilik usaha kecil tidak berkeinginan website-nya di-redesign. Mereka punya keyakinan “jika tidak bermasalah ya tidak perlu diperbaiki”. Memang ini dapat dimaklumi. Kecuali anda berorientasi pada bisnis Internet dan ingin memiliki website yang lebih powerful, hari demi hari, maka anda membutuhkan redesign.

Dan sebagai pemilik usaha kecil, anda lebih mengedepankan biaya yang lebih ekonomis untuk me-redesign website anda. Namun sekali anda memahami bahwa sebuah redesign dapat membantu meningkatkan pengunjung website anda, anda akan merasa sangat aman menginvestasikan untuk bisnis anda itu.

Tables-Based HTML (Web Design cara Lama)

Dulu, mesin fax merupakan cara terbaik untuk mengirim dokumen. Tapi, saat ini dengan email, kita dapat lebih leluasa mengirim dokumen apapun termasuk tanda-tangan digital. Dengan mesin fax, dokumen yang terkirim tidak terlalu sempurna dan mudah hilang. Dengan email, penerima dapat memilih untuk membacanya atau disimpan secara online, atau men-cetaknya ke printer. Tidak dibutuhkan line telpon secara terpisah untuk mesin fax, hemat ruang, toner, kertas fax dan bebas dari suara berisik dari mesin fax.

Website dengan design berbasis table layaknya seperti mesin fax. Memang sebelumnya table-table merupakan cara terbaik untuk meng-generate informasi melalui web. Namun seperti halnya membuang-buang kertas, dan tinta, table meninggalkan suatu keinginan. Para designer terbentur oleh table-table karena hanya dapat menampilkan informasi dalam sebuah table-table yang kaku. Dengan Cascading Style Sheets design web dapat lebih bersih, lebih professional dan dapat lebih mudah dikembangkan lebih kreatif dibandingkan dngen HTML berbasis table.

Cascading Style Sheets (Web Design Cara Baru)

Cascading Style Sheets memisahkan antara elemen layout dan content-nya. CSS memungkinkan web designer untuk melakukan format layout dan style (font, space, ukuran text, warna, dan lain-lain) dari beberapa halaman web dengan menggunakan satu file saja, hal ini dapat mempercepat dan lebih mudah merubah-ubah layout dan style dari sebuah maupun beberapa halaman web sekaligus tanpa harus mengeditnya langsung ke dalam halaman web satu persatu.

Tapi bukan hanya web designer dan web developer saja yang diuntungkan dari CSS ini. Sebagai pengusaha juga mendapatkan keuntungannya.

5 Alasan Kuat untuk Redesign Website dengan CSS

1. Citra dan Keindahan

Dengan CSS website akan terlihat lebih bersih, modern. Hal ini akan memperkuat citra sebuah perusahaan dan meninggkalkan daya tarik yang positif kepada para pengunjungnya. Para pakar perilaku konsumen mengatakan, bahwa dengan banyaknya produk-produk yang sama dan sedikitnya pengetahuan dan pengalaman terhadap produk-produk tersebut maupun terhadap perusahaannya. Nah, konsumen seperti inilah yang akan berpikiran pendek untuk melakukan pembelian dengan hanya membandingkan daya tarik dari sebuah website yang lebih professional dan modern.

2. Lebih Baik dalam Penggunaan

CSS juga mengurangi jumlah kode HTML yang dibutuhkan oleh sebuah website. Table dan tags extra untuk font dan warna akan menyebabkan halaman lebih lambat di-load. Semakin lama halaman website anda di-load, akan memperbesar kemungkinan seorang pengunjung akan meng-klik tombol “Back”, atau bahkan akan melompat ke website lainnya.

3. Kemudahan Akses

Saat ini banyak komunikasi wireless memudahkan untuk surfing Internet dengan menggunakan PDA dan Ponsel. Layout dengan table tidak akan terlihat secara keseluruhan pada layar yang kecil. Padahal sebuah website bisnis ingin dapat mudah diakses oleh siapapun, dimanapun sekarang dan masa mendatang membutuhkan sebuah website yang dapat ditampilkan juga pada alat komunikasi mobile.

CSS design lebih mudah ditampilkan pada layar kecil dan memperkecil kemungkinan masalah yang terjadi dalam tampilannya pada alat komunikasi mobile yang kecil.

4. Keuntungan Search Engine

Diperkirakan sampai dengan 80% dari pembelian online dimulai dengan search engine. Dan sebuah industri mendedikasikan untuk mendapatkan ranking tertinggi dalam search engine pada keyword spesifik sehingga dapat mengambil keuntungan dari kekuatan search engin untuk meningkatkan penjualan.

Relevansi dari sebuah halaman web terhadap keyword pencarian yang ditetapkan oleh elemen HTML seperti tags title dan tag head, content masih “raja” karena pengunjung mencari content, bukan kode HTML. Ketika anda memiliki website dengan rasio lebih banyak kode HTML nya dibandingkan dengan content nya, maka keyword spesifik yang anda miliki akan dilemahkan oleh instruksi-instruksi HTML. Dengan CSS, tidak ada lagi table, dan format informasi terdapat dalam satu style sheet. Maka search engine akan melihat lebih banyak keyword daripada kode HTML nya.

Search engine akan lebih dan lebih menyukai untuk meng-index lebih dalam lagi website anda dan mengirim anda lebih banyak pengunjung.

5. Bandwidth

Cascading Style Sheets dapat menghemat uang anda dan meningkatkan pengunjung di sisi lain. “Bandwidth” merupakan jumlah traffic website yang digunakan oleh setiap pengunjung yang mengunjungi website anda. Tidak hanya pengunjung, spider search engine pun memakan bandwidth juga. Semakin banyak kode HTML yang anda gunakan, semakin banyak bandwidth yang anda gunakan.

 

<<http://www.webbiru.com/2007/04/18/lima-alasan-untuk-me-redesign-dengan-css.html>> 

Upload File dengan PHP MySQL

Filed under: .:Tutorial:.

Menggunakan PHP untuk mengupload file ke dalam database MySQL kadang dibutuhkan oleh beberapa aplikasi berbasis web. Sebagai contoh untuk menyimpan file-file pdf atau gambar untuk membuat tempat penyimpanan yang bersifat online.

Untuk membuat aplikasi upload ini, langkah pertama buatlah sebuah table dengan menggunakan phpMyAdmin atau langsung dari mysql shell command:

CREATE TABLE upload (
id INT NOT NULL AUTO_INCREMENT,
name VARCHAR(30) NOT NULL,
type VARCHAR(30) NOT NULL,
size INT NOT NULL,
content MEDIUMBLOB NOT NULL,
PRIMARY KEY(id)
);

Kemudian buatlah form untuk upload filenya

<form method="post" action="upload.php" enctype="multipart/form-data">
<table width="350" border="0" cellpadding="1" cellspacing="1" class="box">
<tr>
<td width="246">
<input type="hidden" name="MAX_FILE_SIZE" value="2000000">
<input name="userfile" type="file" id="userfile">
</td>
<td width="80"><input name="upload" type="submit" class="box" id="upload" value=" Upload "></td>
</tr>
</table>
</form>

Form upload harus terdapat encytype="multipart/form-data" jika tidak maka tidak akan bekerja. Dan form method gunakan method="post". Gunakan input hidden MAX_FILE_SIZE sebelum file input. Akan membatasi ukuran file yang akan diupload.

Kemudian buatlah file untuk menerima kiriman variable post dari form upload file.
<?php
if(isset($_POST[’upload’]) && $_FILES[’userfile’][’size’] > 0)
{
$fileName = $_FILES[’userfile’][’name’];
$tmpName = $_FILES[’userfile’][’tmp_name’];
$fileSize = $_FILES[’userfile’][’size’];
$fileType = $_FILES[’userfile’][’type’];

$fp = fopen($tmpName, ‘r’);
$content = fread($fp, filesize($tmpName));
$content = addslashes($content);
fclose($fp);

if(!get_magic_quotes_gpc())
{
$fileName = addslashes($fileName);
}

include ‘library/config.php’;
include ‘library/opendb.php’;

$query = “INSERT INTO upload (name, size, type, content ) “.
“VALUES (’$fileName’, ‘$fileSize’, ‘$fileType’, ‘$content’)”;

mysql_query($query) or die(’Error, query failed’);
include ‘library/closedb.php’;

echo “<br>File $fileName uploaded<br>”;
}
?>

Bila ingin membuat aplikasi dengan spesifikasi file yang lebih besar, seperti file mp3, film, dan file-file besar lainnya, ada beberapa setting yang perlu diubah dari Web Server (php.ini), MySQL (my.cnf)

php.ini
upload_max_filesize = 127M
post_max_size = 127M
max_execution_time = 360

my.cnf
[mysqld]
max_allowed_packet = 127M

Cool Web Designs - Why Color is the Key Element

Filed under: .:Tutorial:.
You might also have invested in some really great pictures or images on your site. I’m afraid this will carry zero influence on your visitor’s instant opinion. You might think if you make an unrepeatable offer, that your visitor is bound to be swayed by that! I’m sorry, the instant opinion clicks in, and your brilliant offer lies unseen. This is because the second your page is displayed your subconscious mind goes to work, and the instant opinion begins to form. By now, you are probably wondering just what it is that has this power. Exactly what can have an immediate reaction in your site visitors. You may have already worked out that the answer is colors. It is the color scheme used on your website which causes your page visitors to create that instant opinion.
You may not realize it, but many of your website visitors form an immediate opinion about you and your website. They can’t help themselves. Their instant opinion is formed in their subconscious mind. You might wonder why this happens. This reaction comes regardless of the words and text on your web pages. The visitor need not read a single word, and yet they will form their instant opinion.

The reason this happens is because we all react psychological and intuitively to colors. There isn’t anything we can do about this. Colors has an affect on each of us. As you will know, millions are spent by big companies in deciding the correct colors of new products and in their marketing campaigns. What they fully understand is the psychological power of colors. And they use this to the maximum in their promotions. The right colors can be the critical factor in the success of big company products. What webmasters have to realize, and this can be very important, is that the same color psychology applies to our web pages.

The color scheme on your web pages can tell your visitor different things. The colors could convey a negative message, in which case be prepared for your visitors to leave your site very quickly. If you’re selling a product from your web page, it wouldn’t matter how smart your sales messages are, it’s possible that they won’t be read anyway. The good news, however, is that you can use colors to engender a really positive reaction. This isn’t a new discovery. The psychological power of colors is well known in the offline marketing world. It’s been around with us for decades. No matter who we are, emotions are conveyed to our subconscious through the use of colors.

What we need to do in our website design is to ensure the color combination on our web pages convey a positive feelings. If you do this, then you will be conveying a trust, sense of belonging and warmth. The last thing you would want to do is convey feelings of rejection, distrust and coolness. The following list of colors indicates the feelings and emotions with which they are associated:

RED Excitement, sense of power, leadership, love, danger, energy, strength etc

ORANGE Cheerfulness, courage, confidence, comfort, steadfastness, playfulness, friendliness etc

YELLOW Organization, caution, amusement, brightness, curiosity, intelligence, joy etc

GREEN Money, food, health, healing, nature, life, harmony etc

BLUE Acceptance, tranquility, patience, peace, trustworthiness, stability, love etc

PURPLE Ambition, dignity, royalty, independence, wisdom, luxury, nobility etc

BROWN Tribal, earthiness, nature, durability, comfort, primitive, reliability etc

BLACK Sophistication, style, elegance, health, formality, power, dramatic etc

WHITE Simplicity, innocence, purity, fresh, cleanliness, easy, goodness etc

In summary, the color scheme you use on your web pages need to be reflected by the product or offering you make. What happens is that the subconscious mind of your visitor will attempt to reconcile the colors with the message. If it can’t, it will lose interest. And you will lose your visitor. You should spend time in determining what are the right colors for your web pages. Try and make sure your colors and message are in harmony. If you do this, your website will produce the results you’re looking for. Be aware, your color scheme can cause your website to make a profit or a loss.
About the Author

Brian McGregor is an internet entrepreneur and business consultant, and author of the ebook CASH COLORS. If the topic of cool web designs is of interest to you, CASH COLORS shows how to make your web page colors work for you, as opposed to against you. http://www.cash-colors.com