February 2, 2008

MUNGKIN

Filed under: .:Puisi:.

Mungkin kusesali tak sebelumnya kukenali dirimu
dan ketika bayangmu menghantuiku
inginnya ku merasakan kehangatan kasihmu

Mungkin kutangisi semua tindakan bodohku
yang membentangkan jurang jarak antaramu
inginnya kuputar kembali waktu berlalu

Mungkin kan kusalahkan sang pencipta
yang menciptakan wanita secantik dirimu
dan membuatku tak kuasa menahan gejolak

Mungkin kusesali tak kuindahkan pesonamu
dan ketika wangimu mengharumi
inginnya ku bertekuk lutut di hadapanmu

Mungkin kuratapi betapa tak berartinya diriku
yang tak sanggup merangkaikan kata
dan membuatmu tak lagi memandangku

Mungkin kan kubunuh diriku sendiri
yang menghentikan langkah tuk berusaha
menggapai dan memilikimu

June 2, 2007

Tak Pernah Aku Seriang Ini Ketika Menatap Wajahmu

Filed under: .:Puisi:.

Tak pernah aku seriang ini
ketika menatap wajahmu 

Sadar bahwa kau dan aku menjadi tua bersama
dan tahun perkawinan selalu terasa lebih sederhana
dari musim panen mangga 

Tahukah kau istriku,
tiap malam kuterjemahkan cintaku kepadamu
dengan hati-hati menyelimutimu 

Sebab kau selalu lupa memakai selimut 

Sengaja aku jarang nonton TV supaya kau merdeka
memegang kendali jauh sesukamu 

Dan aku selalu memuji rambutmu
yang rajin kau lumuri minyak zaitun 

Harusnya aku kembali ke Madinah
dan membeli minyak zaitun lebih banyak lagi 

Kenapa waktu itu aku takut kelebihan bagasi?
Bukankah tidak setiap tahun aku ziarah ke makam Nabi
dan rencanamu naik haji lagi selalu tertunda 

Tahukah kau istriku,
Aku jarang ke luar rumah jika tak benar perlu
sebagai pernyataan cintaku kepadamu 

Sebab kedua anak kita mulai besar
dan mereka memuja kita benar 

Mereka masa depan
sedangkan kita masa silam 

Aku tak ingin kita cepat menjadi tua 

Aku tak ingin kita kehilangan kekuatan
pada saat anak-anak itu memerlukan perlindungan 

Istriku, tak pernah aku seriang ini
ketika menatap wajahmu

<<Cecep Syamsul Hari>>

IBU

Filed under: .:Puisi:.

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

:+: Khalil Gibran :+:

Kabarkan Padaku

Filed under: .:Puisi:.

pastilah terselip di halaman buku
rindu yang sering kau terima
entah saat matahari baru merekah
atau senja yang beranjak tenggelam

pernahkah kau cari
lembaran yang berisi sunyi
kau bersihkan dari debu
dan lipatan yang kaburkan isi

sedang rindumu tetap ada
kusimpan rapi di almari jiwa
nanti jika kau datang lagi
bisa kau baca ulang
biar tahu apakah masih ada
rindumu ataukah perlahan hilang

jika lembaran rinduku
kau temukan kembali
kabarkan padaku

<<tolpgi, 270207>>

Ikatan Tanpa Cinta

Filed under: .:Puisi:.

kuatkah ku menjalani ini??
kebersamaan kita memang indah, bahkan terasa sangat manis
kau teman berbagiku, kau tempat bersandarku
mendengarkan gelak tawaku, meredakan tangisanku,,,
menghangatkan tubuh dan jiwaku

Tapi, dalam tawa itu aku menjerit
dalam kehangatan dekapanmu ku menggigil
kau “teman” terbaikku, tapi bukan pemilik cintaku

Hatiku hanya untuknya
cinta inipun telah utuh menjadi miliknya
walau takkan pernah bersatu,,
karena aku tak mungkin memilikinya
dan tak akan pernah bisa memiliki seutuhnya

 

<<eny_maniezzt>> 

Pijak Cintaku

Filed under: .:Puisi:.

Menyusuri masa lalu tanpa sadar, aku melihat bayangan kejauhan
Berharap akan kepastian damai cinta dihati.
Keraguan yang berkepanjangan, tanpa kusadari membuat terlena
Hatiku yang pada dirimu, aku lari dari pijakanku sesali langkahku.

Dan kini tak kutemui yang pernah kujalani,
Seharusnya kau yang dulu ada dalam benakku….
Aku harapkan pertemuan nanti akan terhapus semua raguku
Kuinginkan tebarkan belenggu cita yang menjelma jarum alik
Menancap dengan tepat dihatimu.

Menanti datangnya sinar kasih,
Untuk ungkapkan rasa beban, yang lama bersarang dikegelapan hati beku.
Harapku dalam hati, semoga engkau kutemui.
Tapi mimpi yang kudambakan jadi nyata kurasakan tak mungkin.
Dan mungkin dengan ingat namamu, citaku dan masa lalu yang dulu terkoyak
jadi bijak dan gapai cita…..harapku
Aku mencintaimu

 

<< maaf lupa punya siapa>>  

Engkau Janjikan Kami Surga

Filed under: .:Puisi:.
untukmu yang berlumur sabda gusti
untukmu yang yang janjikan surga abadi

jujur
kami mencoba untuk jujur
apakah kau tahu?
bisikan maupun teriakan kebencian
yang kau tebarkan kepada umat
selain di mana engkau bernaung
telah buat kami tercerai-berai?
apakah kau sadar?
ribuan kata yang kau keluarkan
atas nama gusti maha kuasa
telah hancurkan kami?

“kita yang paling benar!”
“mereka itu sesat!”
“perangi mereka!”
ujarmu hasut kami

“tuhan bersama kita!”
“bunuh orang-orang sesat itu!”
“atas nama tuhan maha kuasa!”
ujarmu lagi penuh benci

kami mencoba untuk bersungguh-sungguh
kami ragu
kami takut

setelah ini apa upayamu
untuk jalankan misi sucimu?
“surga!”
“kalian semua akan masuk surga!”
engkau janjikan kami surga

“surga?”
betapa indahnya surga
ujar kami penuh harap
“surga! kami ingin surga!”
engkau tertawa puas dalam hati
melihat betapa bodohnya kami

 
<<Gunawan Rudi>> 

Kerendahan Hati

Filed under: .:Puisi:.
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
    yang tegak di puncak bukit
    Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
    yang tumbuh di tepi danau

          Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
          Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
          memperkuat tanggul pinggiran jalan

    Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
    Jadilah saja jalan kecil,
    Tetapi jalan setapak yang
    Membawa orang ke mata air

          Tidaklah semua menjadi kapten
          tentu harus ada awak kapalnya….
          Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
          rendahnya nilai dirimu
          Jadilah saja dirimu….
          Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

 
<<Taufik Ismail>> 

Buka Saja Jilbabmu

Filed under: .:Puisi:.
apalagi yang hendak kau hijab
jika tetamumu leluasa tahu dimana kau meletakkan jilbab.

buka saja jilbabmu
agar mudah kau garuk kepala
dan lihat, apa yang kau simpan di dalam sana.

hijabmu payau
bagimu berenda biru laut
bagiku telor asin siap belah
maka, buka saja jilbabmu
dan lihat apa yang tercecer dari dalam sana

 
<<Buyung Kurniawan>> 

Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

Filed under: .:Puisi:.
Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya?

      Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja
      Kapan kau sempat menikmati hidup?
      Kalau kau sibuk menikmati hidup saja
      Kapan kau hidup?
      Kalau kau sibuk dengan kursimu saja
      Kapan kau sempat memikirkan pantatmu?
      Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu saja
      Kapan kau menyadari joroknya?

Kalau kau sibuk membodohi orang saja
Kapan kau sempat memanfaatkan kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan kepandaianmu saja
Kapan orang lain memanfaatkannya?

      Kalau kau pamer kepintaran saja
      Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu?
      Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja
      Kapan kau pintar?

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja
Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk membuktikan cela orang lain saja
Kapan kau menyadari celamu sendiri

      Kalau kau sibuk bertikai saja
      Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
      Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
      Kapan Kau akan menyadari sia-sianya

Kalau kau sibuk bermain cinta saja
Kapan kau sempat merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenungi arti cinta saja
Kapan kau bercinta

      Kalau kau sibuk berkhutbah saja
      Kapan kau menyadari kebijakan khutbah?
      Kalau kau sibuk dengan kebijakan khutbah saja
      Kapan kau akan mengamalkannya?

Kalau kau sibuk berdzikir saja
Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikir?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang dzikiri saja
Kapan kau mengenalnya?

      Kalau kau sibuk berbicara saja
      Kapan kau sempat memikirkan bicaramu?
      Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja
      Kapan kau mengerti arti bicara?

Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi saja
Kapan kau memuisi?

      (Kalau kau sibuk dengan kulit saja
      Kapan kau sempat menyentuh isinya?
      Kalau kau sibuk menyentuh isinya sja
      Kapan kau sampai intinya?
      Kalau kau sibuk dengan intinya saja
      Kapan kau memakrifati nya-nya?
      Kalau sibuk memakrifatinya nya-nya saja
      Kapan kau bersatu dengan Nya?

"Kalau kau sibuk bertanya saja
Kapan kau mendengarkan jawaban"

 
 <<Mustofa Bisri>>