July 22, 2008

Saya masih di ‘Jawa’

Filed under: .:Catatanku:.
            Sudah delapan bulan saya tinggal di Kalimantan Selatan. Meskipun jauh dari pulau jawa, tetapi hidup di Kalimantan Selatan (tepatnya kabupaten Tanah Bumbu) serasa hidup di kampung halaman dulu. Ya, terasa seperti saat saya masih tinggal di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupten Malang Provinsi Jawa Timur. Nuansa Jawa terasa kental sekali. Meskipun ada beberapa kampung yang didominasi orang suku Bugis Sulawesi dan suku Banjar, secara umum Kabupaten Tanah Bumbu ini didominasi orang suku Jawa. Apalagi kalau memasuki kantor pemerintahan, banyak nama-nama khas jawa yang menduduki posisi penting. Dan tahun ini saya menjadi bagian tersebut meskipun belum menduduki posisi penting.
            Sebelum berangkat ke kabupaten ini saya sempat khawatir ada masalah dengan selera makan saya. Sempat terpikirkan apakah masakan urang banua (orang Kalimantan) bisa kompromi dengan perut saya. Ternyata setelah sampai disini, saya masih bisa menikmati nasi pecel, bakso arema, sayur lodeh, mie ayam, cap cay, dan masakan-masakan lain seperti halnya di Malang dulu. Tapi ada beberapa makanan khas Malang yang sampai saat ini belum saya temui di sini yaitu tahu telor, tahu campur, dan rujak.
            Saya awalnya sempat terkejut ketika orang sini masih banyak yang tetap menggunakan bahasa jawa. Dan itu sangat saya syukuri karena kemampuan bahasa Jawa saya akan tetap terjaga. Maklum saat ini sudah banyak anak Jawa yang tidak bisa bahasa Jawa dengan baik dan benar. Sementara saya, dari kecil sudah dibiasakan menggunakan bahasa Jawa, baik yang ngoko (bahasa Jawa yang diucapkan kepada orang yang sebaya atau yang lebih muda) maupun krama inggil (bahasa Jawa yang diucapkan kepada orang yang lebih tua/dihormati). Meskipun tetap menjaga bahasa Jawa, tidak bisa dipungkiri saya harus tetap belajar bahasa Banjar. Karena jika tidak, siap-siap jadi orang asing di sini yang mudah dibohongi dan mudah dikerjai. Ssst…..siapa tahu dengan kemampuan bahasa Banjar, saya bisa mendapatkan gadis lokal sini yang terkenal cantik-cantik dan putih (hehehehehe…).
          Dan yang semakin membuat saya merasa seperti di Jawa adalah kesenian Wayang Kulit. Sudah dua kali saya melihat ada pertunjukan kesenian wayang kulit di sini. Ini mengingatkan masa kecil saya. Dari kecil hingga Madrasah Tsanawiyah (SMP) kelas 3 saya selalu nonton wayang kulit di kantor desa yang berdekatan dengan rumah orangtua saya. Tiap setahun sekali selalu diadakan dalam rangka acara Bersih Desa (selamatan desa). Bukan nonton yang sebenarnya seh karena saya tidak paham dengan cerita dalangnya. Kebanyakan hanya kumpul-kumpul dengan teman sambil makan camilan karena jarang-jarang saya bisa keluar malam. Baru setelah lulus Madrasah Tsanawiyah kemudian melanjutkan ke SMKN 1 Singosari (tahun 1998) dan saya tinggal di pesantren, sejak saat itu saya tidak pernah lagi menonton wayang kulit.
            Meskipun di sini sangat bernuansa jawa, tetapi tetap saja tidak bisa menutupi kerinduan saya terhadap keluarga, kampung halaman, teman-teman, segala kenangan yang semuanya ada di Malang dan bahkan mungkin juga sebuah cinta yang masih tertinggal di sana. Dan satu lagi yang tidak bisa digantikan di sini, saat masih aktif datang ke stadion Gajayana dan stadion Kanjuruhan mendukung Arema bersama puluhan ribu aremania yang lain.

June 26, 2008

Kenapa yah?

Filed under: .:Catatanku:.

Saya marah betul dengan diri saya sendiri. Kenapa saya terlalu mengikuti kata hati. Kenapa saya terlalu jujur. Kenapa saya tidak mencoba berbohong seperti yang selama ini saya lakukan. Meskipun dia sempat memuji ketika saya bilang bahwa baru kali ini saya berani ngomong tentang ini, meskipun kedengarannya dia enjoy dengan apa yang saya katakan,  tapi bukan berarti semua menjadi lebih baik. Saya harus merasa kehilangan. Selama ini saya merasa punya kekuatan hati yang lebih karenanya. Tapi akhir-akhir ini dia bak ditelan bumi. Tak terdengar lagi suaranya. Meskipun saya tak akan mati karenanya, tapi setidaknya telah membuat saya susah melupakannya.

Pusiing…

Filed under: .:Catatanku:.

Beberapa hari ini saya benar-benar pusing. Banyak masalah yang sedang terjadi. Meskipun saya sadar bahwa karena saya hiduplah maka saya mengalami masalah. Ada beberapa masalah terjadi yang memang karena perbuatan saya sendiri tapi ada masalah juga yang hanya karena kesalahan orang lain. Masalah pertama, saya harus menunda masuk kerja di kantor Dinas Pendidikan Kab. Tanah Bumbu karena belum jelasnya posisi yang saya tempati di sana sebenarnya. Hal ini terjadi karena adanya perebutan antara pihak sekolah (+ kabag dikmen Disdik Tanah Bumbu) yang menginginkan saya jadi guru TI di SMKN 1 Batulicin dengan keinginan saya untuk tetap menjadi pegawai struktural Pranata Komputer (sesuai dengan SK pengangkatan). Kedua, motor yang selalu saya pelihara dan saya kendarai dengan hati-hati harus mengalami kerusakan akibat pengendara lain yang ngawur menabrak dengan seenaknya. Ketiga, untuk sementara seseorang di Malang yang selama ini bisa memberi kekuatan pada hati saya tak mau lagi komunikasi dengan saya. Keempat, dalam masa transisi pindah kerja (dari sekolah ke Disdik) mungkin penerimaan gaji saya harus tertunda. Kelima, masalah-masalah lain yang belum terselesaikan dari otak saya.

Yah semoga aja semuanya segera beres, bersih dari pikiran saya. Biar saya bisa hidup tenang meskipun jauh dari keluarga. Semoga semua bisa selesai dengan baik meskipun tak sempurna. Sehingga bisa membuat tulisan-tulisan baru lagi di blog ini. Kasihan sudah lama tidak up-date.

April 8, 2008

Terimakasih Allah Kau Selamatkan Saya

Filed under: .:Catatanku:.
   Kemarin siang sekitar pukul 10.15 WITA saya keluar dari rumah. Setelah memakai jaket dan helm, motor yang baru saya beli sebulan yang lalu saya stater dan memasukkan perseneleng ke gigi 1 lalu saya tarik gas pelan-pelan. Sambil membaca,"Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin..", melajulah motor dengan lambat meninggalkan pelataran rumah.Jadwal hari ini adalah saya akan ke kantor FIF bersama Budi yang juga bawa motor sendiri. Ya, motor yang saya kendarai saat ini adalah hasil saya beli dengan cara kredit. Sebenarnya saya tidak suka beli secara kredit, tapi hanya dengan cara ini saya bisa memiliki motor untuk saat ini. Mau meminta uang ke orangtua sudah tidak mungkin, karena saya sudah janji tidak mau merepotkan mereka lagi. Loh ko ceritanya malah ngelantur?….
 
   Sesampai di kantor FIF, ternyata tidak terlalu banyak customer sehingga saya bisa segera membayar angsuran. Sekitar 10 menit di dalam kantor, saya pun keluar sambil membuat rencana perjalanan berikutnya. Ke Gunung Tinggi, ya, sekalian mengecek SK pengangkatan di kantor BKD. Memang hampir semua kantor pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu terpusat di daerah Gunung Tinggi. Yang sekitar 21 Km jaraknya dari tempat saya tinggal.
 
   Memasuki daerah Gunung Tinggi, saya menambah kecepatan motor. Jalan yang beraspal bagus, tidak banyak tikungan, serta situasinya agak lengang membuat siapapun ingin memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sesampai di kantor BKD ternyata saya mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan ketika saya menanyakan kepada seorang pegawai perempuan tentang kejelasan kapan turunnya SK. "Ngga tau ya mas, karena sekarang berkasnya masih di BKN," jawab pegawai itu. Dengan sedikit kecewa saya meninggalkan ruangan itu dan selanjutnya pulang. Ternyata di luar sedang hujan teras. Beginilah situasi di Tanah Bumbu saat ini. Pagi hingga siang sinar matahari sangat terik eh ternyata pukul 1 siang hujan deras. Sambil menunggu hujan reda, kami duduk-duduk di dekat pintu sambil ‘menikmati’ cantiknya dua siswi yang sedang magang yang katanya dari sebuah SMK di Jakarta.
 
   Setelah lebih dari 1 jam menunggu, akhirnya hujan bisa reda juga. Tidak ingin hujan datang lagi, kami pun langsung pulang. Sedikit berbeda dengan saat berangkat, saya memacu motor lebih kencang. Sebenarnya tidak terlalu kencang sih, cuma rata-rata 65 Km/jam saja. Saya harus berkejaran dengan hujan yang terus membuntuti di belakang.
 
   Saya benar-benar terkejut ketika tiba-tiba di depan saya sebuah tikungan ke kanan dengan sudut sekitar 90 derajat. Semakin membuat saya kaget karena jalannya menurun dan dari bawah muncul sebuah mobil dengan posisi agak di tengah jalan. Demi menghindari tabrakan, saya arahkan motor turun dari aspal. Dan sialnya ternyata roda belakang terpeleset sehingga "BRUAAKK…..!!!" motor terguling dan saya pun meluncur di aspal. Belum berhenti di situ, saya kembali terkejut ketika saya masih terlentang di aspal ternyata motor Budi muncul dari belakang mengarah ke kepala. Dengan masih tersadar, saya pun secara spontan mengangkat kepala berniat menghindari roda motor Budi yang seakan akan melindas kepala saya. Allah Mahapelindung, dengan suara ban yang nyaring bergesekan dengan aspal akibat terlalu kencang mengerem, motor Budi mampu berhenti sekitar 30 cm dari kepala saya. Alhamdulillaah. Saya tak henti-henti mengucap syukur karena terhindar dari kecelakaan yang sangat parah.
 
Dengan sedikit menahan perih pada tangan dan kaki, sambil dibantu Budi, saya menegakkan motor lagi. Saya juga melihat ada salah seorang penumpang mobil yang saya hindari tadi turun ingin membantu tapi telanjur saya sudah berdiri. Kemudian posisi spion yang ternyata pecah ketika jatuh tadi saya betulkan. Dan tanpa pikir panjang, motor saya starter dan langsung pergi. Saya sengaja tidak memeriksa luka saya, yang penting saya bisa segera pergi dari tempat itu. Setelah beberapa kilometer berjalan, saya berhenti. Saya memeriksa tangan kanan dan kaki kanan. Ternyata ada beberapa luka di sana.
 
   Saya heran kenapa hati saya tidak berdegup kencang seperti layaknya ketika mengalami kecelakaan. Bahkan saya menolak saran Budi untuk minum air putih dulu saat baru terjatuh. Ah tau deh. Mungkin karena kebetulan atau apa, malamnya sebelum tidur sebenarnya saya sempat mendengarkan teman yang bercerita pengalamannya kecelakaannya, kemudian ketika tidur saya juga bermimpi melihat sebuah truk yang terguling ke jurang. Terlepas entah itu firasat atau apapun, yang penting saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup untuk beberapa waktu lagi.

January 13, 2008

Chat dengan admin bonekcyber

Filed under: .:Catatanku:.

Tidak menyangka saya bisa chat ma bonex, niy semua karena saya sempat masuk ke webnya bonek trus menemukan salah satu ID-nya admin. saya masuk demi melihat berita "BONEX ANTI AREMANIA", nah di situ beritanya menyesakkan dada aremania. Nah sayapun meng-add ID tersebut ke YM saya. Berikut petikan hasil chat saya (tanpa sensor sedikitpun) tadi pagi sekitar pukul 09:00 WITA

fendhza: Hai
.:topha- sendiri:.: pa kbr?
fendhza: Kbr bAek
fendhza: Sopo iki boz
.:topha- sendiri:.: kera ngalam
fendhza: Hehe aremania ya
.:topha- sendiri:.: yup
fendhza: Gmana janu kok mundur
.:topha- sendiri:.: oya aq lupa dpt id fendzha dmn…
.:topha- sendiri:.: dia takut

fendhza: Kok bs lupa
.:topha- sendiri:.: takut ga sanggup bikin arema juara
fendhza: Ini aremania atau aremanit
.:topha- sendiri:.: aremania sam
fendhza: Hehehe km tau q dr bonex-cyber ta?
.:topha- sendiri:.: wakakakaka…
fendhza: Iya ta?
fendhza: Guyu mu meDeni
fendhza:
.:topha- sendiri:.: oh…..baru inget
.:topha- sendiri:.: yup, kmrn liat2 cybernya bonex

fendhza: Iya bener kah?
fendhza: Ouw pantesan byk yg pv
fendhza: Hehehe
.:topha- sendiri:.: kok gitu ya ngomongin aremania?
.:topha- sendiri:.: cuma dr sudut pandang bonex

fendhza: Di mana beritanya tah
.:topha- sendiri:.: ‘bonex anti aremania’ klo ga salah judulnya
fendhza: Bukan aku tuh. Tmen2 ambil artikel dari milis pSbya
.:topha- sendiri:.: ooooo…
fendhza: Ya itu tmen2 ambil dr milis
fendhza: Dah liat vidEo nya blm
.:topha- sendiri:.: video paan?
.:topha- sendiri:.: bukan video pelemparan bis arema kan?

fendhza: Di boNekcyber
fendhza: Liat saja
.:topha- sendiri:.: coba aja ntar
.:topha- sendiri:.: btw….sering nonton psby?

fendhza: Ya iyalah
fendhza: Jd pelipuT hehe
.:topha- sendiri:.: syukurlah…..kirain yg ikut lempar2 (’aq sering liat di tv) hehe…
fendhza: Wah iku biasa mas
.:topha- sendiri:.: oya?
fendhza: Dr musim ini cuman arema yg dilempar
fendhza: Toh yg dilempar kan bus milik sby
fendhza: Jd bus arema aman lah
.:topha- sendiri:.: ya syukurlah…brarti masih ‘menghargai’ arema sebagai rival terberat
fendhza: Sbnernya yg ngrusak pRmainan bukan boNEK tp ya ballah ama suTaji
fendhza: Km malang mana
.:topha- sendiri:.: memang yg mulai ngrusak permaianan ballah….tp sebelum masuk stadion bis arema udah rusak
.:topha- sendiri:.: mlg kota

fendhza: Kata sapa yg rusak
fendhza: Msh utuh kok
fendhza: Cuman pecah 1 kaCa aja
.:topha- sendiri:.: kaca depan dkt sopir pecah
.:topha- sendiri:.: itu untung ada polisi

fendhza: Itu pun yg nglempar anak kecil dan dah ktangkep
.:topha- sendiri:.: tp psby ke mlg ga pernah diapa2in kan?
.:topha- sendiri:.: semua sehat wal afiat

fendhza: Pernah kata sapa
.:topha- sendiri:.: dulu bgt
.:topha- sendiri:.: pas di katepil itu
fendhza: Itu mslah jadwal mas
.:topha- sendiri:.: pas masih bernama AFC (arema fans club)
fendhza: Coba kalu arema ke sby dl di pRTANdingan awal
.:topha- sendiri:.: sejak jd aremania sll damai…kecuali untuk bertahan
fendhza: Coba liat saja nanti
fendhza: Arema kan mau ke kdiri
.:topha- sendiri:.: pdhl arema sering di’bantai’ bonek sjk dulu di copa maupun di liga
fendhza: Kdiri kan ada dndam jg ma arema. Hehe
.:topha- sendiri:.: yup
.:topha- sendiri:.: gara2 dulu stadionnya ga cukup bwt arema

fendhza: Ya jelas aja
fendhza: Stadion bwt keDiri aja ga cukup
fendhza: Hehe
fendhza: Tp aneh mas
.:topha- sendiri:.: tp ga bakalan dobrak pintu stadion
.:topha- sendiri:.: ga kaya final divisi I psby di kediri
.:topha- sendiri:.: hehehe….

fendhza: Ya bda namanya jg final
fendhza: Tp keDiri ga ada gsekan smpe skr
.:topha- sendiri:.: bukan mslh ma persiknya mas
.:topha- sendiri:.: tapi kasian penduduk lokal sana

fendhza: Tp bonek dndam ma arema wktu prtandingan aja kan?
fendhza: Tp coba di mlg
.:topha- sendiri:.: ga juga
.:topha- sendiri:.: pas kita ke deltras juga dirusuhi ma bonek
.:topha- sendiri:.: akhirnya yg disalahin aremania…
.:topha- sendiri:.: pdhl kita dilempari dr luar

fendhza: Aku g blg sda
.:topha- sendiri:.: ingat ga?
.:topha- sendiri:.: yg dibahas boneknya kan?

fendhza: Gni lo mksudku
.:topha- sendiri:.: seep…
fendhza: Kenapa tman2 kalu ke mlg pk bju bonek slalu drusuhin
fendhza: Sdangkan di sby byk yg pk bju aremania ga ada yg ganggu
.:topha- sendiri:.: hehehe…..siapa bilang
fendhza: Bhkan di dpan stadioN byk yg jual atribut arema
.:topha- sendiri:.: mas klo ke toko elektronik gajayana
.:topha- sendiri:.: disitu yg julan sll pake kaos bonek
.:topha- sendiri:.: dan kita enjoy aja

fendhza: Skr q tanya di mlg ada g yg jual pSBYA pernak pernik
fendhza: Ya itu org lokal
.:topha- sendiri:.: prnh liat
fendhza: Dmana
.:topha- sendiri:.: cuma yg jualan kan juga mikir
.:topha- sendiri:.: kalo ga ada yg beli

fendhza: Tp aneh kan
.:topha- sendiri:.: silakan ke arema sport
.:topha- sendiri:.: dkt swalan trend pas perempatan
.:topha- sendiri:.: swalayan

fendhza: Di sby byk loh di tmpat2 byk yg jual arema
.:topha- sendiri:.: ya soalnya disana masih laku mas
fendhza: Gak gt
.:topha- sendiri:.: kan byk anak mlg kerja d sby
fendhza: Aq pnah tnya ma pnjual di mlg
.:topha- sendiri:.: iya?
.:topha- sendiri:.: trus?

fendhza: Iyo org mlg ga iso sukses mas kalu g ada sby
.:topha- sendiri:.: wakakakakakaka…..
.:topha- sendiri:.: ga jd tuhan aja neh? (yg bisa ngatur kesuksesan)

fendhza: Aq pk bju boNEK di jalan ae di pisuhi
.:topha- sendiri:.: alah mas jgn cengeng….
fendhza: Aq pnah tnya ma pnjual
.:topha- sendiri:.: apa kita yg ke sby ga sering jd korban?
fendhza: Dlm rangka apa dl ke sby
.:topha- sendiri:.: tanya paan?
.:topha- sendiri:.: jln2 aja…
.:topha- sendiri:.: klo nonton vs psby jujur aq ga brani

fendhza: Pk arema?
.:topha- sendiri:.: yup
fendhza: Ya emang kan g blh ntn
fendhza: Kan sdah jd ksepakatan
fendhza: Hahaha
fendhza: Pmain asli bina an sby kan byk di arema
fendhza: Ada 4 kan
.:topha- sendiri:.: hahahaha kok bahas gitu?
.:topha- sendiri:.: skrg jamannya profesional mas

fendhza: Mkanya
.:topha- sendiri:.: apa MU pemainnya dr manchester semua?
.:topha- sendiri:.: ga ada kan?

fendhza: Tp mreka lahir dr koMpetisi psbya
.:topha- sendiri:.: knp ga dikontrak aja?
fendhza: Jgn bndingkan luar mas
.:topha- sendiri:.: kan kasian dia nganggur, makanya diambil arema?
fendhza: Pmain luar itu kan byk dr luar
fendhza: Di ind aja cman 5
.:topha- sendiri:.: jgn (berpikiran) sempit mas
.:topha- sendiri:.: jgn klo psby pemainnya hrs dr sby, ga maju2 mas sepakbola indonesia
.:topha- sendiri:.: apa ronny, sutaji mo diambil?

fendhza: Tp kalu tim ga pnya koMpetisi ya gak maju
.:topha- sendiri:.: tp klo pake APBD brarti miskin..
.:topha- sendiri:.: dan miskin (adalah) awal ga maju ya kan?

fendhza: Udah gak tahun dpan udah g pk dana apbd
.:topha- sendiri:.: hehehehe…soalnya di divisi I
.:topha- sendiri:.: klo ada degradasi sih…

fendhza: Div 1?
fendhza: Km tau liga ga toh
.:topha- sendiri:.: wakakakakakaka….superliga man..
fendhza: Eh aq ada kbr
.:topha- sendiri:.: <ketawa ngakak sambil guling2>
.:topha- sendiri:.: kbr paan?

fendhza: Arema bisa di diskualifikasi dr superliga
fendhza: Tau ga krn apa
.:topha- sendiri:.: wakakakaka…jgn menghibur bonek yg gagal superliga…
.:topha- sendiri:.: kita tunggu aja di-disk apa ga? buktikan aja

fendhza: Ini beneran lu mau tau ga knrn apa
.:topha- sendiri:.: okey….
fendhza: Lu aremania pasti tau
.:topha- sendiri:.: apa?
.:topha- sendiri:.: hrs punya junior?

fendhza: Sik tahun dpan arema di dana i sapa
fendhza: Gak
.:topha- sendiri:.: wakakakaka…..bentoel
fendhza: Krn arema gak punya stadion milik arema sndiri
.:topha- sendiri:.: ye…..
.:topha- sendiri:.: emg psby punya? itu punya pemkot mas

fendhza: Benar kan?
.:topha- sendiri:.: wakakakaka…
.:topha- sendiri:.: baca aturan yg jelas mas

fendhza: Tp kan resmi
.:topha- sendiri:.: yg penting punya venue
fendhza: Kanjuruhan kan mlik persekam
.:topha- sendiri:.: di mlg tigl pilih gajayana ato kanjuruhan
fendhza: Ga bC brita y
.:topha- sendiri:.: ye……
fendhza: Gajayana mlik perSEMA
.:topha- sendiri:.: tau ga kanjuruhan yg ngelola sapa?
fendhza: Lu mash untng perSEKAM th bsk naik div utama
fendhza: Eh div 1
.:topha- sendiri:.: yg penting punya venue mas
.:topha- sendiri:.: terserah itu milik siapa yg penting didaftarin

fendhza: Ini aq bC artikel berita dr bli mas
.:topha- sendiri:.: dan gada perebutan dgn klub yg se level
fendhza: Aq gak mbujuk i
.:topha- sendiri:.: ya liat aja superliga besok, okey…
fendhza: Aq cuman ksh tau aja
.:topha- sendiri:.: ga perlu perdebatkan
.:topha- sendiri:.: kita buktikan….
.:topha- sendiri:.: palgai PSSI sering plinplan
.:topha- sendiri:.: ingat hukuman bonek seharusnya?
.:topha- sendiri:.: 3 taon, tapi……
.:topha- sendiri:.: ya itu gara2 PSSI bangsat itu mas
.:topha- sendiri:.: ga bisa dipegang omongannya
.:topha- sendiri:.: eh prnh ikut LCA
.:topha- sendiri:.: ga?

fendhza: Dl gajayana mlik arema persema. Tp itu mlik perSema kalu perSEKAM minta pasti arema ga pnya, mslh boNek itu pSsi pancen bAngsat. CobA km lihat 3x krusuhan antar suporter bhkan anarkis tp apa mreka jakmania dpt hukuman?
fendhza: Lca? Udah juara 2x masak ga ikut lca? Bisa aja lu guyoN
.:topha- sendiri:.: wakakakakakaka…….
.:topha- sendiri:.: rupanya nyari temen yg sama2 suporter anarkis yah?
.:topha- sendiri:.: bedanya bakar2nya ga parah bgt mas
.:topha- sendiri:.: bayangin orang sekitar stadion tambaksari skrg takut klo psby main

fendhza: Walah
fendhza: Arema g pnah bkar2 ta
.:topha- sendiri:.: pernah
.:topha- sendiri:.: bakar boneka boyo
.:topha- sendiri:.: di dlm stadion

fendhza: Skr udah beDA kok bonek
.:topha- sendiri:.: kmrn kok masih rusuh (lagi)?
.:topha- sendiri:.: bandingkan yah…

fendhza: Iya soalnya aremania kaya2 mkanya buaya mlik anakmlgdibkar
fendhza: Rusuh yg mana
.:topha- sendiri:.: baru bln kmrn kok lupa?
fendhza: Km blg musuh arema rusuh?
.:topha- sendiri:.: aq juga baca loh mas n liat di tv
fendhza: Lu ga ntn langsung aja kyk tau tau o aja
.:topha- sendiri:.: liat ongisnade.net mas…..byk yg ikut ke sana tau!
fendhza: Mas mas km itu aneh
.:topha- sendiri:.: liat tv, jawapos, detik.com…dll
fendhza: Kalu km lihat dw km blh ng
.:topha- sendiri:.: masa bagian admin cyber beritanya boong mulu seh?
fendhza: Ya trSERAH mau mandang bonek dr mana
.:topha- sendiri:.: yg jujur aja mas
fendhza: Trima ksh telah memandang boNEK yg jelek saja
.:topha- sendiri:.: oh ga?
fendhza: Yg baik dilupakan
.:topha- sendiri:.: kmrn udah brubah menilai bonek
.:topha- sendiri:.: cuma gr2 tgl 30 desember 2007, jadi balik lagi dey..

fendhza: Aku itu cuman pgn bonek arema akur
.:topha- sendiri:.: yg jelas skrg lebih bagus…
.:topha- sendiri:.: yup….setuju…

fendhza: Jd jgn bwt provokator
fendhza: Msh untng kan bus arema gak hangus
.:topha- sendiri:.: oopz…sorry-sorry rada emosi mas hehehehe…..
.:topha- sendiri:.: masnya sih mancing dulu

fendhza: Msh untng pmain ga cdera krn ulah bonek
.:topha- sendiri:.: alhamdulillah ga seperti taon 2006
fendhza: Sbenernya yg mancing krusuhan itu bkan dr suporter mas tp pemain nya dw
.:topha- sendiri:.: ya sebenarnya penonton hrs dewasa
.:topha- sendiri:.: biarlah dilapangan pemain ngapain…

fendhza: Pmain nya kurang dwasa
.:topha- sendiri:.: nah?
.:topha- sendiri:.: ngelak lagi….

fendhza: Tp kan benar
.:topha- sendiri:.: tp klo pas sby menang kok ga rusuh?
.:topha- sendiri:.: mgkn mas bisa nonton arema di mlg dey…

fendhza: Km g tau kan pas balah mau keluar di provokasi pmain cdangan arema
.:topha- sendiri:.: ntar bisa  disharing ke bonek ilmunya
fendhza: Itu yg memancing
.:topha- sendiri:.: mas di mlg jg sering pemain berantem
fendhza: Gak akan bonek ke mlg krn sdah pRjanjian
.:topha- sendiri:.: hahahaha…..semu!
.:topha- sendiri:.: tau ga psby lawan arema copa 2006?
.:topha- sendiri:.: di mlg ada suporter bonek cuma ga pake atribut
.:topha- sendiri:.: pas di gajayana
.:topha- sendiri:.: selama dia ga ngisruh ya sudah

fendhza: Nah jgn gt di sda jg ada
fendhza: Mlh ini parah
fendhza: Mreka buat pROVOKASI
.:topha- sendiri:.: nah mas ntar bisa blajar byk ke aremania
.:topha- sendiri:.: hei man…
.:topha- sendiri:.: katanya mo damai…

fendhza: Ktika dlihat trnyata br ktp mlg
fendhza: Kalu sakera gmana?
fendhza: Lu jg pnya gsekan kan
fendhza: Hahahaha
.:topha- sendiri:.: itu mah  se-guru ma bonek…
.:topha- sendiri:.: tp org pasuruan di mlg? buanyak….

fendhza: Aq pnya teman aremania di ym tp gak kyk kamu
.:topha- sendiri:.: makanya masnya jg provokasi gt…
fendhza: Dia g pnah jelekin boNek pas pRTANDINGAn kmarin jg dia tlp aku tanya skor
fendhza: Lha sampean pRTANYA an mu aneh
.:topha- sendiri:.: sama aq jg tanya ma tmn bonek hehehehehe….
fendhza: Aku tanya km dah liat video di cyber boNek ga mlh lu ngoMoNg apa vidEo pelemparan bus arema
fendhza: Itu yg mancing aq jg ungkit2 kejelekan arema
fendhza: Niat aq bAek mau ngeshare vidEo buat umum
fendhza: Arema mau download pun ga aku larang
.:topha- sendiri:.: cuma kmrn pertama liat webnya aq mangkel ma beritanya tu loh
.:topha- sendiri:.: so mo liat2 yg laen malas
.:topha- sendiri:.: pdhl jg pengen

fendhza: Mangkel biasa. Lu jg bisa liat buku tamu web arema byk yg hujat boNek kan.
fendhza: Aq jg mangkel tp aq anggap itu biasa
.:topha- sendiri:.: tp bukan beritanya admin mas
fendhza: Kalu arema bonek damai itU luar biasa
.:topha- sendiri:.: klo admin kan musti di filter dulu mana yang pas dan ga…
fendhza: Lu msh mending pv aku
.:topha- sendiri:.: wah mas sendiri ga menginginkan damai…
.:topha- sendiri:.: apalagi mati krn (ikut kerusuhan dlm perandingan) bola ga bakalan masuk surga loh

fendhza: Slh dw masuka web kandang buaya
.:topha- sendiri:.: hahahahaha….
.:topha- sendiri:.: panas niy ye?

fendhza: Jd ya siap2 aja panas
fendhza: Kalu ga panas masuk aja web managemenqolbu
.:topha- sendiri:.: <tertawa ngakak….>
fendhza: <bergaya monyet manyun>
.:topha- sendiri:.: hijau lambang perdaimaian…dingin mas….
.:topha- sendiri:.: piss…piss…

fendhza: Hahaha
.:topha- sendiri:.: oya silaturahmi anta suporter di mlg kmr ikut ga?
.:topha- sendiri:.: pas hbs idul fitri

fendhza: Ga ikut aq krja
.:topha- sendiri:.: seru habis
.:topha- sendiri:.: pentolan2 "musuh" kayanya jg datang loh

fendhza: Ya iya
fendhza: Pacarku anak mlg mas
.:topha- sendiri:.: oya ?
fendhza: Tp aq ga pnah apeli dy
.:topha- sendiri:.: knp? takut singa?
fendhza: Tp dy yg apeli aku

(bla bla bla…..masih panjang lagi namun suasana sudah dingin dan nyantai, thx ya bro)

 

December 31, 2007

Pertama kali merasakan Idul Adha di Borneo

Filed under: .:Catatanku:.

Merayakan Idul Adha di luar kampung halaman atau di luar kota sudah biasa saya rasakan, tapi kali ini benar-benar beda karena saya merayakannya di Kotabaru KAL-SEL. Dan tentu saja ada perbedaan dengan di asal kota saya, Malang.

Beberapa hari sebelum Idul Adha bibi saya yang di Kotabaru sering menelpon merayu saya agar mau merayakan Idul Adha di kotanya. “Rabu sore langsung berangkat aja, nanti sampai sini sekitar 1 jam kalau naik Speedboat, nah besoknya shalat Ied di sini…..”,kata bibi saya waktu itu. “Wah saya gak bisa kalau hari Rabu, bulik! Saya ada tugas yang harus saya…….,” jawab saya mencoba memberi penjelasan. Memang hari Rabu saat itu kegiatan saya padat, mulai pagi hingga siang. Selain itu juga pada hari itu saya punya agenda menonton siaran langsung Indonesia Selection Vs Dortmund bersama teman-teman saya. Apalagi saya harus segera menyerahkan beberapa tugas tepat pada saat nanti masuk setelah libur cuti bersama tanggal 26 Desember 2007.

Kamis pagi (20/12/07) hampir saja saya tidak mengikuti shalat Ied karena tertidur. Memang setelah shalat shubuh saya ingin tidur lagi barang sebentar karena saat itu saya masih sangat mengantuk dan apalagi di luar masih hujan dan udara dingin sekali. Saya terbangun ketika tetangga sebelah memanggil-manggil nama saya sambil mengetuk pintu. “Ikut shalat Ied gak?,” tanyanya. Saya benar-benar terkejut karena di hape saya telah menunjukkan pukul 07:02 WITA, berarti saya tidur tidak hanya sebentar. Setelah mandi beberapa saat, saya langsung berangkat ke masjid sambil mengendarai motor bersama Pak Dhe (panggilan teman serumah dengan saya). Ternyata baru sekitar 10 menit duduk dan mengikuti takbir, shalat Ied dimulai.

Selesai shalat Ied, saya nonton siaran langsung khutbah Idul Adha di Masjid Istiqlal. Karena setelah khutbah tidak ada tayangan menarik lagi, saya pun pergi ke lab buka internet. Setelah beberapa menit ternyata juga membosankan. “Ah, mau ngapain lagi? Ngenet malas, ngerjain tugas gak nafsu, mau pulang juga jauh,” gerutu saya kepada seorang teman yang ikut ke lab. Dia pun hanya tertawa melihat kegelisahan saya.  Padahal saya tahu dia juga merasakan hal yang sama, karena dia juga sama-sama baru datang di kota Batulicin, dan dia pun juga lama tinggal dengan saya selama kuliah di Malang.

Daripada terus gelisah, tidak ada salahnya kalau ke Kotabaru saja. Biarlah tugas diselesaikan nanti setelah pulang. Lagipula liburnya masih panjang. Pikiran ‘malas’ saya mulai keluar.  Dan ternyata saya lebih sreg dengan pikiran tersebut. Dan ternyata untuk kali ini teman saya juga sreg dengan pikiran saya. Dan tanpa berpikir lama, kami pun mematikan komputer dan langsung ke rumah masing-masing untuk berkemas-kemas.

Beberapa saat kami telah siap dengan sebuah tas di punggung berisi pakaian. “Minimal 3 hari di sana,” saya memberi tahu teman saya mengenai lama tinggal di Kotabaru sambil berangkat menuju jalan raya. Kami pun mencegat taksi (istilah orang Kalimantan menyebut mobil angkutan penumpang). Sampai di pasar Simpang Empat, kami turun dan jalan kaki menuju pelabuhan. Untuk menyeberang ke Kotabaru dapat ditempuh dengan 3 alternatif, kalau naik kapal ferry dengan membayar Rp 17.000;/orang, speedboat membayar Rp. 50.000;/orang(jika loket masih buka, bisa membeli tiket  seharga Rp 35.000/orang), dan kapal klotok (kapal untuk nelayan yang suara mesinnya tok tok tok…) Rp…….(saya belum tanya :D ). Ketiga cara tersebut paling cepat adalah naik speedboat karena cuma butuh waktu sekitar 1 jam dan langsung menuju pusat kota (kebetulan pusat kotanya dekat pantai).  Beda dengan kapal ferry yang sekitar 1,5 jam dan pelabuhannya masih jauh dari pusat kota.

Setelah terkumpul 4 penumpang, speedboat pun mulai bergerak. Empat tahun yang lalu saat saya naik speedboat di sini bersamaan ada ombak sehingga selama perjalan kita serasa dibanting-banting. Speedboat yang ringan dan melaju dengan kencang akan jumping tiap melewati ombak. Semakin kencang melaju, kita akan semakin sering merasakan ‘terbang di udara’. Untuk orang yang suka mabuk perjalan, ibu menyusui/ibu hamil, orang masuk angin, dan pengidap lemah jantung sangat tidak disarankan naik speedboat di air yang bergelombang karena banyak masalah akan terjadi. Saya bersyukur kali ini tidak ada ombak yang berarti, sehingga kami pun bisa menyeberang dalam waktu 50 menit-an.

Setelah sampai dermaga Siring Laut-Kotabaru, kami jalan kaki di atas jembatan kayu yang menghubungkan dermaga dengan daratan sepanjang lebih dari 100 meter. Sampai di tepi jalan raya kami mencegat taksi yang akan melewati jalan dekat rumah bibi saya. Dengan membayar Rp 2000/orang kami telah sampai dekat rumah bibi yang jaraknya sekitar 1,5 km dari pusat kota.

Kedatangan saya membuat keluarga di Kotabaru surprise karena tidak menyangka saya akan jadi datang. Dan saya juga terkejut ternyata di rumahnya banyak kue dan banyak tamu yang datang. Ternyata di sini (Kalimantan) Idul Adha dirayakan seperti Idul Fitri bedanya hanya Idul Adha ada hewan kurbannya. Pantas saja ketika sebelum berangkat (saat masih di Batulicin) banyak orang yang menegur ketika saya cuma di dalam rumah saja.   

Saat makan siang tiba, hanya sedikit daging sapi yang terlihat di meja makan. “Paklik (paman)mu tadi berkurban sapi di masjid makanya dia ga mau ngambil daging kurban, itu (yang di meja makan) pun pemberian tetangga yang katanya dari mushalla sebelah,” kata bibi menjawab pertanyaan saya.  

Selama di Kotabaru kami benar-benar hidup makmur. Hampir tidak pernah merasakan perut lapar karena banyaknya makanan dan kue yang tersedia.

Saat malam Minggu (22/12/07) kebetulan di kampung bibi sedang pemadaman listrik mulai maghrib. Karena sudah direncakan sehari sebelumnya kami pun tetap berangkat ke Siring Laut. Dengan mengajak mas Yudi (kakak sepupu saya di Malang yang sekarang tinggal di sini mulai pasca idul fitri kemarin), kami pun berangkat dengan jalan kaki. Siring Laut adalah sebuahtempat seperti alun-alun kalau di pulau jawa. Jadi sebuah taman yang terletak di sekitar pusat pemerintahan. Mulai menjelang maghrib di sini selalu ramai. Banyak warung makanan yang tersedia. Kebanyakan penjualnya adalah orang jawa atau keturunan jawa.  Puncak keramaian terjadi tiap malam Minggu. Sambil menikmati makanan kita bisa menikmati indahnya lautan beserta kapal-kapalnya dan terkadang juga ada pertunjukan band-band lokal. Saat pukul 21:30 WITA,kami pun pulang dengan naik becak.

Hari Senin (24/12/07) kami kembali ke Batulicin. Sebenarnya bibi saya melarang saya pulang hari itu karena kebetulan hari itu memasak berbagai macam makanan. Tetapi karena saya telanjur sudah siap pulang dengan tas di punggung, saya pun tetap pamitan pulang hari itu. Dengan naik 2 motor, kami diantar paman dan kakak sepupu saya ke dermaga Siring laut. Setelah beli tiket di loket, kami pun kembali ke Batulicin dengan hati puas setelah beberapa hari menikmati liburan di Kotabaru. Tapi nanti sesampai di Batulicin masih  banyak tugas yang menunggu. SEMANGAT!!!

December 18, 2007

Ribut-ribut soal Asian Idols

Filed under: .:Catatanku:.

Seharian hujan terus. Tak biasanya Slick Stone City dingin seperti ini. Sebab hari biasanya mengharuskan saya mandi sehari tiga kali, pagi-siang-sore, karena tidak betah dengan badan yang basah karena keringat. Hari-hari di sini sangat panas bagi saya yang berasal dari Malang yang terkenal kota dingin.

Mendekati mahgrib tadi hujan sudah reda. Alhamdulillah….., kata hati saya. Blab!. Ah listrik padam lagi, lagi-lagi saya tidak bisa melanjutkan baca Alquran. Sungguh seringnya pemadaman listrik membuat saya terganggu. Sambil menunggu listrik nyala lagi, saya mencoba menelfon seseorang yang beberapa hari ini ngambek tidak mau mengangkat tiap saya menelfon. Maunya saya tidak menelfon lagi untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Ternyata saya tidak sanggup, kangen!!!emoticon. Ah beruntung dia mau mengangkat, lega sudah.

Ternyata listrik nyala lagi. Sekarang bingung apa yang bisa dikerjakan. Mau melanjutkan membuat program tapi laptop dipinjam teman tadi siang untuk pengajian. Ngenet! yah tepat. Langsung saja ke lab server dan menyalakan komputer. Karena tidak ada rencana dari awal, saya pun cuma melihat-lihat blog teman-teman. Dari beberapa blog yang saya lihat, terutama blognya cewek, banyak yang mengupas tentang Asian Idol. Dan isinya pun nyaris sama. "Kenapa harus Hady Mirza???." Ternyata tayangan IDOL-IDOLan telah menjadi sebuah kebutuhan hidup (baca: kaum hawa indonesia). Karena saking cintanya, tak rela sedikitpun melewatkan tayangan tersebut. sampai-sampai hafal lagu, gaya, mimik, aksi panggung masing-masing finalis. Dan sampai pada puncaknya saat final, semua pecinta telah menyiapkan calon juara (versi masing-masing pecinta). Nah pada final Asian Idol ini, katanya, ada yang tidak beres. Katanya (lagi) harusnya bukan Hady Mirza (yang katanya bukan terbaik) yang juara. Dari beberapa blog yang saya baca alasannya pun hampir sama. Jujur saja saya memang bukan Asian Idol lovers (dan tidak pernah menontonnya) makanya kurang tahu kemampuan masing-masing finalis. Saya tidak peduli siapa yang menang, hanya saja saya jadi heran kenapa tayangan semacam itu selalu menjadi tayangan favorit. Padahal tayangan semacam itu (khususnya TV Indonesia) kebanyakan (menurut saya) hanya menjual kesedihan. Semakin menderita perjalanan hidup sang finalis maka semakin besar pula peluang menjadi pemenang. Belum lagi jika kita hitung berapa juta rupiah jumlah uang yang mengalir untuk mengirim SMS dukungan. Seharusnya biaya SMS cuma Rp 350,00 tapi untuk tayangan ini dikenakan rata-rata Rp 2.000,00/SMS. Biaya SMS yang berlipat-lipat dari biaya SMS normal. Sungguh hanya menghambur-hamburkan uang. Saya setuju dengan pemerintah negeri jiran Malaysia yang memfatwakan haram terhadap SMS semacam tersebut di atas. Menurut mereka yang menyalahi syariat Islam terletak pada berlipatnya biaya untuk mendapatkan keuntungan. Jadi sama saja dengan berjudi. Selain itu adanya kecenderungan pemborosan. Ah sudahlah kok malah ceramah, hehehe…. ngelantur…….

December 4, 2007

Saat Harus Pergi (begitu berat rasanya)

Filed under: .:Catatanku:.

Jarum jam menunjukkan pukul 14:30 WIB dan kalender tanggal 14 Nopember 2007. Berarti setengah jam lagi saya harus berangkat. Arif (teman di Alcapone sekaligus teman kuliah) sudah pulang setengah jam yang lalu setelah sekitar 4 jam-an mengantar saya keliling kota Malang membeli buku-buku, Travel Bag, dan sandal. Sekarang tinggal kakak ke-dua saya, Mas Arafat, yang masih ikut sibuk membantu saya mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa. Ternyata setelah semua barang dimasukkan, tas menjadi sangat berat. Kebiasaan lama saya terus terulang, kemanapun tak lepas membawa koleksi buku. Nah karena buku itulah maka tas saya menjadi sangat berat.

Sambil menunggu datangnya mobil travel, kami bercakap-cakap. Mas Arafat ngotot ingin mengantarkan saya ke Surabaya tapi saya tolak. “Ga usah mas, toh kalau sampean ngantar nanti kalau saya sudah naik kapal sampean sama siapa? Kan tengah malam gak ada bis ke Malang, naik taksi juga mahal,” jawab saya. Dia memang tidak tega melihat adiknya sendirian bawa barang sangat berat terus sampai di Surabaya masih menunggu kapal sampai pukul 23:00 WIB. Hari ini memang hanya mas Arafat yang menemani saya di kost sebelum saya berangkat karena kebetulan tempat kerjanya dekat dengan tempat dimana saya kost.  Ibu, Bapak, dan kakak pertama sudah saya pamiti dua hari yang lalu.

Ternyata mobil Travel datang terlambat, seharusnya pukul 15:00 WIB tapi pukul 15:35 WIB baru datang. Setelah jabat tangan dan mengucapkan salam, saya naik ke mobil. Dengan lambaian tangan dari mas Arafat, saya pun berangkat meninggalkan kost saya yang baru saya tempati satu setengah bulan. Saya berusaha untuk tetap bisa melihat ke arah kakak saya itu hingga tikungan jalan menghentikannya.

Di dalam mobil hanya tiga orang termasuk sopir. “Nanti masih menjemput dua orang lagi,” kata pak sopir ketika saya tanyakan berapa jumlah penumpang nantinya. Mobilpun menuju arah Plaosan menjemput seorang ibu yang akan pergi ke Sidoarjo. Setelah mengambil penumpang di Plaosan, satu lagi penumpang naik di sebuah PJTKI di dekat pertigaan Arjosari. Penumpang yang baru adalah seorang calon TKW yang akan ke tempat penampungan di Surabaya.

Sore ini masih hujan meskipun tidak sederas satu jam yang lalu. Saya masih terdiam. Pikiran saya mulai melayang-layang tak jelas arahnya. Mulai memikirkan kakak yang saya tinggalkan di kost, keluarga di rumah, teman yang janji hari ini akan ke kost tapi batal karena katanya di rumahnya hujan deras, seseorang yang sangat saya sesalkan tidak bisa saya temui sebelum berangkat karena dia memilih ketemuan di kampus padahal saya mulai alergi menginjakkan kaki di kampus saya dulu, hingga AREMA yang tidak mungkin bisa saya tonton langsung di stadion.

“Mau kemana mas?,” tanya seorang ibu di sebelah saya membuyarkan lamunan saya. Setelah saya ceritakan tujuan saya, kamipun bisa langsung akrab. Banyak sekali yang kita bicarakan, ternyata beliau juga pernah tiga tahun tinggal di Kalimantan mengikuti suaminya yang seorang TNI. Mulai dari Purwosari hingga memasuki pasar Porong kami terus berbagi cerita sebelum akhirnya saya berinisiatif untuk istirahat. Saya terlalu ngantuk setelah semalam cuma tidur beberapa jam saja karena tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa untuk saling cerita dan curhat dengan kakak.

Bukannya tidur, justru pikiran saya kembali melayang-layang. Semua wajah orang-orang yang pernah dekat dengan saya seolah berada tepat di depan mata mengucapkan selamat tinggal. Memang hanya beberapa orang saja yang tahu bahwa saya akan pergi. Bahkan seorang perempuan yang dari dulu waktu dia SMA hingga sekarang mahasiswi di UM ‘mengejar’ saya pun tidak tahu meskipun semalam kami sempat SMS-an. Seorang yang ingin saya temui sebelum berangkat kembali muncul di hadapan saya, saya bertanya kenapa dia tidak mau menemui saya ditempat yang saya inginkan padahal itu sangat berarti untuk saya. BRAKK!!! ban mobil masuk kubangan jalan dan saya pun kembali tersadar sebelum mendengar jawabannya. Dalam hatipun memaki-maki kubangan jalan yang tidak tahu sopan-santun seenaknya mengganggu lamunan orang.

Memasuki  Tol Tanjung Perak tinggal saya dengan sopir. Tak ada percakapan sedikitpun. Sampai akhirnya tiba di pelabuhan sekitar pukul 21:00 WIB. Berarti saya masih harus menunggu kapal dua jam lagi. Ah lama sekali. Mengingat tas yang sangat berat, saya memanfaatkan jasa portir untuk membawakan tas dari tempat parkir menuju ruang tunggu hingga nantinya naik kapal. Dua puluh ribu rupiah saya pikir ongkos yang murah daripada harus membawa sendiri berdesak-desakan naik kapal apalagi jarak parkir ke kapal sangat jauh.

Tepat pukul 23:00 WIB pintu kapal dibuka. Beruntung saya menggunakan jasa portir sehingga saya bisa masuk ke kapal lebih awal. Cukup mengikuti di belakang, petugas portir sudah mencarikan tempat yang terbaik untuk saya. Saya memilih di dekat jendela agar dapat melihat ke luar kapal dengan leluasa setiap saat saya inginkan. Saya sangat suka melihat air.  

Setengah jam kemudian kapal berangkat. Saya naik ke bagian depan luar kapal. Beberapa SMS saya kirim ke orangtua, kakak, dan teman untuk mengabarkan bahwa saya segera menyeberang dan sekaligus minta doa selamat.  “Selamat tinggal Malang tercinta, selamat tinggal Jawa, tunggulah aku datang kembali dengan sejuta cerita manis di pulau seberang.”

 

November 10, 2007

Merantau? tamasya?

Filed under: .:Catatanku:.

Akhirnya saya pindah juga. Sebenarnya ini keputusan yang sangat sulit. Haruskah menetap di Malang atau menerima tawaran di Kalimantan Selatan. Kalau saya menetap di Malang ,saya mendapatkan beasiswa D3 Animasi yang diselenggarakan DIKNAS yang katanya nanti setelah lulus bekerja di perusahaan animasi untuk pendidikan. Menggiurkan memang. Dari dulu saya sangat tertarik dengan seni grafis dan animasi. Akan tetapi berarti saya harus tunggu 3 tahun lagi. Dengan waktu 3 tahun sebenarnya saya sudah bisa menghasilkan sesuatu dengan kemampuan yang saya miliki. Maka dari itu saya harus istikharah juga untuk menentukan pilihan. Alhasil pilihan jatuh  ke  Kalimantan Selatan.  Sayapun harus melupakan  angan-angan  beasiswa.  Meskipun begitu bukan berarti saya ke KALSEL tanpa planning apapun. Banyak hal yang telah saya pikirkan untuk saya kerjakan di sana nantinya.

Dan semoga ini memang sudah rencana Tuhan yang terbaik untuk saya. Meskipun saya harus jauh dari keluarga dan seseorang yang selama ini  selalu saya tunggu kehadirannya. Berat memang. Tapi semua ini juga untuk mereka.

October 1, 2007

Alcapone is Back

Filed under: .:Catatanku:.

"Alcapone is Back" mungkin tidak terlalu salah menggambarkan situasi tadi malam di rumah mbah bonky. Dengan berkumpulnya saya, mbah "Agus" bonky, John "Reinhard" Hardcore, "Deny" Warok, Inul "Erik",  Waone, Surip setidaknya sudah mewakili bahwa alcapone ada dan memang ada. Memang Gam, Slammy, Tigis tidak bisa datang dengan alasan kehabisan tiket pesawat (alasan sebenarnya gam masih di aceh, tigis di Jakarta, Slammy entah kemana hehehe). Sebenarnya masih ada senior alcapone yang sempat menghilang 2 taon, si B’dul, tapi sayang tidak tersedia motor yang cukup untuk membawa anak makassar ini.

Tahun-tahun kemarin kita selalu bisa buka bersama karena masih satu kamp, tetapi tahun ini kita terpaksa dan sangat terpaksa tidak bisa ber-Ramadlan bersama. Tetapi si mbah punya ide mengadakan buka bersama sekaligus reuni. Kebetulan kemarin di rumahnya diadakan selamatan 1000 hari wafatnya bapaknya. Mungkin mbah memang cerdas dia tahu bahwa anak kost memang selalu senang yang berbau gratis. Sehingga ketika di rumahnya banyak makanan dia sengaja mengundang kita dengan alasan buka bersama. Dan kita memang tidak tahu bahwa ada selamatan.

Jam 16:00 WIB kita (saya, warok, surip, waone) berangkat dari Malang naik motor. Dengan perjalanan santai (tahu Lebaran segera tiba jadi takut untuk kebut-kebutan) sekitar 1 jam-an baru sampai di rumah mbah di Bangil. Sampai di sana ternyata sudah berkumpul rombongan dari Surabaya yaitu Hardcore bersama mantan pacarnya  (Dina) yang sekarang jadi istrinya, Puji Rohyani (teman kerja Hardcore) bersama temannya, Fauzi, dan Vibi. Sampai di sana ternyata baru saja selesai tahlilan. Setelah memarkir  motor langsung gabung dengan mereka. Seperti sediakala, langsung saja suasana jadi ramai sekali. Suara Hardcore yang membahana dipadu suara Puji yang cumlengking plus orkestra mulut rombongan dari Malang menjadikan suasana semakin hangat.

Pukul 17:26 WIB, tibalah adzan Maghrib untuk daerah Bangil dan sekitarnya. Semua masuk ke rumah mengambil takjil. Ada yang perlu digaris bawahi bahwa Hardcore dan istrinya penganut non muslim, tapi inilah Alcapone, semua saling menghormati. Meskipun tidak mengenal Puasa Ramadlan tapi mereka bersedia datang ke acara yang nota bene bersifat religi. Selesai makan takjil langsung makan. Sebenarnya saya tidak biasa makan sebelum shalat maghrib. Dengan menu yang sangat lengkap untuk ukuran kost-kostan, kita sikat sate yang ukurannya besar-besar dan soto yang tersedia tanpa rasa sungkan. Tapi ada hal yang sebenarnya membuat sedih meskipun menunya sangat lengkap. Hardcore penganut anti daging sate dan sayur, mbah penganut anti memakan makanan yang berasal dari makhluk hidup selain sayuran. Ya mungkin memang rizki yang diberikan-Nya memang berbeda.

Setelah makan langsung shalat maghrib kemudian dilanjutkan penyelesaian tugas menghabiskan hidangan. "Daripada dibuang", kata ibunya mbah. Ternyata perut memang tidak bisa dibohongi, meskipun masih banyak  ternyata kita nyerah.  Obrolan, bercanda, dan saling gojlokpun dilanjutkan.

Pukul 19:00WIB-an si Inul alias erik baru datang bersama pacarnya dan kedua temannya. Makin serulah suasana karena ada korban baru lagi untuk jadi bahan gojlokan.

Pukul 20:45 WIB kita pun pulang. Diawali rombongan Surabaya, setengah jam kemudian rombongan Malang menyusul pulang. Sepertinya sudah disiapkan dari awal, waktu kita pulang ternyata dibawakan berkat. Mau tidak mau kita harus bawa daripada waktu sahur harus beli.

1 jam kemudian sampailah di kost-kostan. Badan terasa sangat capek tapi puas. Saya bersyukur kepada Allah. Yang pertama karena masih punya banyak teman sangat akrab meskipun berbeda tempat.  Yang kedua dua hari ini makan dengan enak plus sampai kenyang dengan gratis.

Oya saya lupa belum cerita bahwa kemarin hari sabtu juga ditraktir buka bersama oleh B’dul. Kebetulan B’dul baru saja datang dari Makassar. Dia datang ke Malang untuk menuntaskan kuliahnya yang sudah 2 tahun terbengkalai.  Bertempat di  "Ikan Bakar segar" dekat paparonz, dipesan 2 ekor gurami besar plus  3 bakul nasi untuk kita berlima yaitu, Surip, waone, Warok, Bedul, dan tentu saja saya sendiri. Tak kalah serunya meskipun hanya berlima.

Dan sore nanti buka bersama di "kost 433" tempat  kost saya sekarang. Sebenarnya kemarin juga ada buka bersama di kost saya atas sponsor ibu kost. Tapi untuk nanti sore murni dari uang kita sendiri. 

Besok dimana lagi yah? oya hari Jumat diajak anak-anak BIOS FM buka bersama. Selain itu? masih nunggu undangan selanjutnya atau mungkin ada dia antara kalian yang mau mengundang? hehehe….