Cegah kecacatan akibat ”Rheumatoid Arthritis”
Serangan penyakit Rheumatoid Arthritis perlu diwaspadai. Bila berlangsung lama tanpa pengobatan memadai, penyakit ini bisa menyebabkan kelainan bentuk pada persendian dan peradangan kronis pada persendian. Kondisi dikhawatirkan menyebabkan hilangnya fungsi persendian dan kecacatan sehingga kualitas hidup penderita menurun. ”Ada lebih dari 100 jenis reumatik yang memiliki gejala mirip sehingga masyarakat sulit membedakannya. Banyak yang menduga, semua keluhan nyeri sendi akibat asam urat,” kata Prof Harry Isbagio dari Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam diskusi di Jakarta, Rabu (20/5). Padahal, hanya tujuh persen dari gangguan reumatik yang disebabkan asam urat. Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun, yaitu reaksi sistem imun terhadap jaringan tubuh sendiri karena terjadi gangguan pada fungsi normal dari sistem imun. Hal ini menyebabkan sistem imun menyerang jaringan sehat. ”Peradangan sendi merupakan ciri khas RA yang bisa berakibat pada hilangnya bentuk dan fungsi sendi yang mengarah pada kerusakan fungsi sendi secara permanen. Penderita tidak dapat bebas bergerak karena menderita kaku dan nyeri pada sendi,” katanya. RA dan penyakit penyertanya bahkan bisa menyebabkan kematian dini. ”Sebab, pada kasus berat, RA dapat menyerang organ-organ penting, seperti mata, paru-paru, dan pembuluh darah,” kata Harry. Gejala penyakit ini biasanya bertahap, dimulai nyeri dan kaku sendi pada jari tangan, dan kemudian sering disertai kemerahan pada sendi. Selanjutnya terjadi pembengkakan sendi seperti pada tangan, leher, bahu, siku, pinggul, lutu, dan jari kaki. Sampai kini penyebab Rheumatoid Arthritis tidak dapat diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa menjadi pemicunya, antara lain infeksi kuman dan faktor genetik. Penyakit ini paling banyak diderita mereka yang berusia di atas 40 tahun dan sebelum usia 60 tahun. ”Meski prevalensi rendah, penyakit ini sangat progresif dan sering menyebabkan kecacatan. Kerusakan sendi mulai terjadi pada enam bulan pertama sejak terserang penyakit ini dan cacat sendi permanen terjadi dalam waktu 2-3 tahun bila tidak diobati dengan benar,” ujarnya. Pengobatan Selain diagnosis secara tepat sejak dini, perawatan yang optimal untuk penyakit RA melibatkan kombinasi obat-obatan, istirahat, latihan-latihan yang menguatkan sendi, serta pendidikan bagi pasien dan keluarga. ”Beberapa jenis terapi nonfarmakologik bagi pasien RA adalah perlindungan sendi, fisioterapi, dan rehabilitasi medik untuk mencegah terjadinya peradangan dan menghindari kecacatan,” kata dokter spesialis rehabilitasi medik dari FKUI-RSCM, dr Nury N Handikin. Selain obat-obatan penghilang nyeri dan radang, pasien juga harus sesegera mungkin mendapat pengobatan awal yang progresif dengan obat perubah perjalanan penyakit konvensional (disease modifying antirheumatic drugs(DMARD). Sumber : harian kompas, 22 mei 2009



