Home| Teknologi| Kesehatan| Catatanku| Tutorial| Cerpen| Biodata

January 17, 2008

Aremania (akhirnya) berontak juga

Filed under: .:Gila Bola:.

Menonton pertandingan semalam antara Arema Vs Persiwa dalam lanjutan 8 besar Ligina mengingatkan saya pada final Copa Indonesia I antara Arema Vs Persija. Ya, wasitnya seorang Jajat Sudrajat (sering diplesetkan Jajat Subejat). Pada Final Copa I tahun 2005 dulu, seorang jajat menghancurkan permainan Arema dengan caranya yang licik selalu berpihak kepada Persija (saat itu Jajat sempat dipanggil ke kamar ganti untuk mendapatkan teguran).

Nah ternyata semalam kembali terulang. Jajat kembali berulah dengan cara menganulir 3 gol Arema (bayangkan!!!). Okey mungkin 2 gol pertama masih bisa dimengerti, tetapi gol ke-3 yang benar-benar mutlak gol masih saja dianulir. Akibat kebrengsekan seorang wasit (jajat) beserta hakim garisnya, Aremania yang dikenal sebagai supporter paling sportif di tanah air ini tidak bisa menahan amarah lagi. Bukan dua kali ini saja jajat berulah, setiap Jajat memimpin Arema bertanding selalu saja memihak lawan Arema.

Padahal keberangkatan aremania ke kediri diawali dengan kedamaian. Sampai perbatasan, persikmania sempat menjemput. Masuk stadion dengan lancar bahkan ada pengumpulan tanda tangan tanda perdamaian dengan persikmania. Sayang akibat ulah wasit, semua menjadi berubah. Tak ayal, seketika PSSI menghukum aremania tidak boleh menonton di seluruh stadion
Indonesia selama 3 tahun!. Berlebihan? ya! seharusnya PSSI melihat secara obyektif. Apalagi aremania selalu dikenal damai. Kalaupun pernah rusuh karena untuk membela diri dari serangan supoter lawan. Selain itu, kejadian semalam karena wasit yang tidak fair dan petugas keamanan yang tidak sigap. Mungkin lebih bijak jika perlu dibedakan dengan kasus-kasus kerusuhan yang dilakukan suporter lain yang memang biasa rusuh.

Kembali ke soal Jajat. Penunjukan jajat sebenarnya perlu dipertanyakan. Karena Jajat punya sejarah yang buruk dengan arema kenapa dipilih lagi memimpin arema? Jangan-jangan ini skenario PSSI kembali ingin menghancurkan arema dan memancing aremania untuk anarkis?. Padahal masih teringat saat arema dikalahkan persipura di kandang sendiri, tidak ada sedikitpun ada kemarahan aremania. Karena kami (Aremania) paham bahwa dalam sepakbola selalu ada kalah dan menang. Akan tetapi kejadian semalam lain lagi masalahnya. Bagaimana pun aremania juga manusia. Bahkan saya sering dengar dari teman-teman aremania yang bilang, “percuma kita jadi supporter terbaik kalau selalu menjadi korban.” Ya, dengan berpredikat supporter
terbaik membuat aremania serba salah ketika mengalami gangguan dari supporter lain dan tindakan-tindakan wasit yang tidak fair. Apalagi semalam hanya kerusuhan di dalam stadion tanpa ada rembetan di luar stadion.

Kita lihat saja sanksi PSSI, karena PSSI terkenal organisasi paling bobrok dan penuh keplin-planan, ingat hukuman bonek yang seharusnya 3 tahun ternyata langsung dicabut ketika seorang napi (baca: Nurdin Halid) datang ke surabaya. BRAVO AREMA & AREMANIA!!!!

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://topha.blogsome.com/2008/01/17/aremania-akhirnya-berontak-juga/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.