Home| Teknologi| Kesehatan| Catatanku| Tutorial| Cerpen| Biodata

June 13, 2007

Capek ney…

Filed under: .:Catatanku:.

Duh hampir 2 minggu ini aku sibuk banget ma PKMP (Program Kreativitas Mahasiswa bidang Peneletian), mulai pagi hingga malem selalu kerja ngebut biar cepet selesai. Sebenarnya aku dah gak mahasiswa lagi tapi berhubung itu dah proposalku dulu maka mau ga mau ya harus diselesaiin. Untung aja aku punya temen yang baek2 yang ga pernah lelah bantuin aku. Moga aja tanggal 15 Juni 2007 ini dah beres dengan begitu aku dah bisa tinggalin kampus. Makasih mas juph n mas fred n spesial ayip…

June 2, 2007

Tak Pernah Aku Seriang Ini Ketika Menatap Wajahmu

Filed under: .:Puisi:.

Tak pernah aku seriang ini
ketika menatap wajahmu 

Sadar bahwa kau dan aku menjadi tua bersama
dan tahun perkawinan selalu terasa lebih sederhana
dari musim panen mangga 

Tahukah kau istriku,
tiap malam kuterjemahkan cintaku kepadamu
dengan hati-hati menyelimutimu 

Sebab kau selalu lupa memakai selimut 

Sengaja aku jarang nonton TV supaya kau merdeka
memegang kendali jauh sesukamu 

Dan aku selalu memuji rambutmu
yang rajin kau lumuri minyak zaitun 

Harusnya aku kembali ke Madinah
dan membeli minyak zaitun lebih banyak lagi 

Kenapa waktu itu aku takut kelebihan bagasi?
Bukankah tidak setiap tahun aku ziarah ke makam Nabi
dan rencanamu naik haji lagi selalu tertunda 

Tahukah kau istriku,
Aku jarang ke luar rumah jika tak benar perlu
sebagai pernyataan cintaku kepadamu 

Sebab kedua anak kita mulai besar
dan mereka memuja kita benar 

Mereka masa depan
sedangkan kita masa silam 

Aku tak ingin kita cepat menjadi tua 

Aku tak ingin kita kehilangan kekuatan
pada saat anak-anak itu memerlukan perlindungan 

Istriku, tak pernah aku seriang ini
ketika menatap wajahmu

<<Cecep Syamsul Hari>>

Nyeri Perut yang Mengancam Kesuburan

Filed under: .:Kesehatan:.

Endometiosis merupakan kelainan dimana jaringan yang berasal dari selaput lendir rahim (sel endometrium) ditemukan pada organ atau jaringan di luar rahim. Sel tersebut tetap aktif seperti endometrium di dalam rahim. Tempat endometriosisa bisa berbeda-beda, ada yang menyusup ke dalam otot-otot rahim, bisa juga ke rongga panggul, paru-paru, mata, bahkan ke otak.

Dalam setiap siklus menstruasi, lapisan dinding rahim (endometrium) bertumbuh dan menebal dalam keadaan siap menerima sel telur yang dilepaskan oleh indung telur (ovarium). Bila sel telur yang sudah dilepas tidak dibuahi oleh sperma, maka lapisan dinding rahim ini akan luruh pada akhir siklus. Lepasnya dinding rahim inilah yang dinamakan peristiwa menstruasi.

Endometriosis memiliki struktur jaringan yang sama dengan endometrium dalam rahim. Endomestriosis juga akan merespon perubahan hormon yang terjadi dalam siklus menstruasi. Artinya, jaringannya juga akan menebal. Endometrium luruh dan melepaskan diri dari dalam rahim dan keluar menjadi darah menstruasi. Sementara endometriosis tidak memiliki jalan keluar, sehingga jaringannya membesar pada setiap siklus sehingga nyeri yang dirasakan akan semakin parah.

Beberapa penyebab terjadinya endometriosis diantaranya aliran balik darah haid (regurgitasi), hormonal, dan genetik. Sel endometrium maupun endometriosis berkembang dan menyusut di bawah pengaruh hormon estrogen. Produksi estrogen yang tinggi akan meningkatkan aktivitas sel endometriosis. Secara genetik, endometriosis bisa juga diturunkan. Selain itu, endomestriosis banyak dijumpai pada wanita dengan kekebalan tubuh menurun.

Dr. Deradjat Mucharam Sastra-wikarta, Spesialis Obstetri-Ginekologi, dari RSIA Budhi Jaya dan Klinik SamMarie-Wijaya, menjelaskan bahwa endometriosis dapat menyebabkan tidak hanya kegagalan hamil tetapi juga suatu peningkatkan frekuensi keguguran spontan mencapai 40-60%. Angka ini menurun secara bermakna setelah pengobatan endometriosis secara medis maupun secara surgikal.

Gejala Endometriosis
Ada beberapa gejala endometriosis yang bisa dirasakan, namun kadang-kadang pada seorang wanita tidak ditemukan gejala sama sekali. Umumnya endometriosis menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah dan daerah panggul, haid tidak teratur, kemanduIan, dan dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).

Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba yang bisa dirasakan, namun kadang-kadang pada seorang wanita tidak ditemukan gejala sama sekali. Umumnya endometriosis menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah dan daerah panggul, haid tidak teratur, kemanduIan, dan dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).

Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara fibafiba.

Terapi Endometriosis

Pengobatan endometriosis dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pemberian obat-obatan, pembedahan serta kombinasi keduanya. Tujuan terapi endometriosis adalah mengurangi rasa sakit, memperbaiki tidak teraturnya menstruasi dan meningkatkan fertilitas.

Dengan adanya pengobatan yang dini diharapkan kekhawatiran yang sekarang ada mengenai sulitnya memperoleh keturunan, bahkan mandul dapat dikurangi bahkan hilang sama sekali. Menurut Deradjat, endometriosis meningkatkan risiko keguguran dini sekitar 40%. Setelah pengobatan dengan pembedahan atau obat-obatan, laju keguguran ini menurun ke nilai kontrol (sekitar 15%).

Pada endometriosis yang berat kemungkinan perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat dengan prosedur laparoskopi. Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara karena endometrosis sering berulang.

Bila nyeri perut atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi, pengangkatan ovarium (ovarektomi) dan pengangkatan rahim (hiaterektomi) kemungkinan dilakukan. Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Bila jaringan endometrium masih banyak tersisa, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.

Sumber: human health

Makan Bareng Keluarga Cegah Sakit Mental

Filed under: .:Kesehatan:.
Makan bareng di rumah bukan hanya mempererat ikatan antar keluarga, tetapi juga bisa mencegah seseorang mengalami sakit mental. Sebab, berdasarkan penelitian, banyak anak muda yang mendapat perawatan mental yang ternyata jarang makan bersama keluarga. Karena itu, menurut penelitian tersebut, menjalankan waktu berkualitas bersama keluarga terkait dengan kesehatan mental yang baik di kalangan kaum muda.

Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, para kaum muda yang berkunjung ke rumah sakit kesehatan mental kebanyakan hanya makan bersama-sama keluarga kurang dari lima kali seminggu. Sedangkan rekan-rekan mereka yang sehat biasa makan atau makan siang sedikitnya enam kali seminggu, begitu menurut para peneliti di Spanyol.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Journal of Epidemiology and Community Health mengamati 259 orang muda yang tinggal dengan orang tua mereka. Sebanyak 82 orang mendapat perawatan mental. Mereka mendapat perawatan untuk menangani masalah depresi dan rasa khawatir.

"Makan bersama keluarga sehari-hari bukan hanya mempersatukan keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan kesehatan mental menjelang dewasa," kata penelitian itu.

Para kaum muda yang sehat itu tampaknya juga sering mengikuti pesta-pesta keluarga, tamasya dan juga akitivitas lainnya. Tetapi kedua kelompok kaum muda itu memiliki waktu yang sama dalam melakukan aktivitas menonton televisi.

Menjawab pertanyaan tentang cinta dalam keluarga, sebagian besar kaum muda yang sehat menjawab mereka dicintai keluarga. Sebaliknya yang mengalami masalah kesehatan mental melihat keluarga mereka tidak berfungsi sebagai keluarga.

Satu dari lima partisipan yang sakit jarang yang merasa puas dan mendapat dukungan dari keluarga mereka, dibandingkan dengan jumlah kurang 7% dari anak yang sehat.

Faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain, tingkat pendidikan orang tua, status pekerjaan dan jumlah anggota keluarga, yang sama dengan kelompok lainnya yang diteliti dalam penelitian ini.

 
<<  http://www.solusisehat.net >>

Seputar Insomnia

Filed under: .:Kesehatan:.
Apakah Anda sering mengalami kesulitan tidur? Apakah Anda bangun pada tengah malam dan tidak dapat tidur kembali? Setelah bangun tidur, Anda masih mengantuk sepanjang hari, bukan? Jika demikian, Ana salah satu penderita insomnia.

Apa penyebab insomnia?
Insomnia adalah buruknya kualitas tidur karena satu atau lebih berikut: kesulitan tidur, bangun lebih sering sepanjang malam dan sulit kembali tidur, bangun lebih pagi dan terjada di malam hari namun tidak dapat kembali tidur. Ada dua jenis insomnia, yaitu insomnia kronis dan insomnia sesaat (transient dan intermittent) Biasanya insomnia diakibatkan stres, perubahan hormon, adanya gangguan atau nyeri tubuh dan pengobatan tertentu. Insomnia yang terjadi dalam tiga malam atau lbih dalam seminggu dalam jangka waktu sebulan dianggap sebagai insomnia kronis. Salah satu penyebab insomnia kronis adalah depresi.

Penyebab lain
Artritis, penyakit ginjal, gangguan hati, asma, penyakit parkinson, hipertiroid serta gangguan tidur lain (narkolepsi, sleep apnea). Insomnia kronis juga dipengaruhi faktor perilaku, seperti penggunaan yang salah terhadap kafein, alkohol, melakukan aktivitas malam dan menerita stres yang kronis.

Sedangkan insomnia sesaat disebabkan stres, gangguan lingkungan, suhu yang ekstrim, perubahan lingkungan sekitar, masalah skedul tidur ataupun efek samping pengobatan. Insomnia sesaat (transient dan intermittent) tidak membutuhkan perawatan khusus karena beberapa hari keudian tidur Anda akan kembali normal.

Biasanya penderita insomnia adalah para senior. Mereka mengalami kesulitan tidur atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali. Sekitar 12-25 persen orang lanjut usia dilaporkan menderita insomnia kronis, namun hanya kurang dari 15% yang melakukan terapi.

Beberapa perilaku yang dapat menyebabkan Anda menderita insomnia abadi, yaitu:
* Mengkonsumsi kafein berlebihan
* Minum alkohol sebelum tidur
* Merokok sebelum tidur
* Tidur siang berlebihan di siang atau sore jari
* Gangguan tidur secara berulang atau tidak teratur

Tip tidur nyenyak
* Membuat jadwal tidur
* Melakukan olahraga selama 20-30 menit setiap hari
* Olahraga 5-6 menit sebelum tidur
* Hindari kafein, nikotin dan alkohol
* Relaks sebelum tidur seperti mandi air hangat, membaca atau melakukan kegiatan relaks untuk memudahkan tidur.

Sumber: human health

5 Hal yang Anda Tidak Ketahui Tentang Air

Filed under: .:Kesehatan:.
 

Banyak yang bilang satu buah apel setiap hari menjauhkan dokter dari Anda, tetapi apa yang dapat dilakukan delapan gelas air untuk tubuh kita? Air memberikan kontribusi penting untuk tubuh. Hampir semua sel dalam tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan benar. Tak percaya? Cek fakta berikut.

Berikut lim ahal yan Anda tidak tahu tentang air yang akan membuat Anda mulai meminum delapan gelas air per hari.

1. Karena 80% jaringan otak terdiri dari air, sangatlah penting untuk membuatnya tetap lembab karena dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi dan performa otak. Air membantu cairan yang membawa protein dan enzim dalam otak sampai ke tujuan. Air juga mencuci otak dari radikal bebas yang merusak sel dan mengakibatkan berbagai penyakit.

2. Arhtritis (radang sendi), kanker, dan penyakit jantung merupakan penyakit serius yang dapat dicegah dengan minum air. Sambungan antarsendi memiliki bantalan yang menjadi peredam getaran dan melumaso persendian. Jika banyal air tersedia, friksi antarsambungan lebih sedikit dan kemungkinan Anda terkena arthritis semakin berkurang. Air juga membuang racun dari tubuh sehingga meminimalkan risiko terkena kanker. AIr juga membuang kelebihan garam pada tubuh yang menjadi penyebab naiknya tekanan darah sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

3. Lapar? COba minum segelas air. Air tidak mengandung kalori atau lemak dan terbukti sebagai penahan lapar. Air juga mempercepat metabolsime tubuh dan mempercepat pembakaran kalori.

4. Air membantu produksi cairan ludah yang dapat mencegah lubang pada gigi karena air ludah menetralkan peningkatkan asam pada lapisan enamel gigi.

5. Manusia umumnya kehilangan dua sampai tiga gelas air perhari melalui proses bernapas dan keringat serta empat sampai lima gelas air melalui buang air dan olahraga. Nah, cairan yang hilang tersebut perlu diganti, namun jangan berlebihan. Hal ini dapat mengakibatkan masalah pada pencernaan, mual, bahkan koma. Namun tak perlu panik, orang dewasa yang sehat baru bisa overhydrated jika meminum air hingga dua galon dalam sehari.

<< www.solusisehat.net >> 

Gadis Kecil di Lampu Merah

Filed under: .:Cerpen:.
Malam sebenarnya sudah amat larut, setengah dua malam menjelang pagi, di perempatan lampu merah Tol Timur Bekasi. Dingin menjelang subuh itu jelas menusuk hingga ke tulang. Meski aku tidak merasakannya, karena dibatasi dinding metal bercat mewah buatan Jepang dan kaca tembus tiga puluh persen, aku sungguh bisa membayangkan dinginnya malam itu.

Namun, bocah kecil dengan baju kumuh yang menempel seadanya di tubuh ringkihnya di seberang jalan, yang tiba-tiba tergopoh-gopoh berlari ke arah mobil yang aku tumpangi, pasti merasakan benar tusukan dingin itu. Tapi ia tampak tak peduli.

Ketika kami berhenti karena lampu merah di perempatan itu menyala, gadis kecil dengan rambut tak terurus itu lekas bergerak ke arah kami. Matanya, dengan kantuk menggelayut berat di pelupuknya, tak lepas dari mobil yang aku tumpangi di urutan terdepan jalur lampu merah itu. Seberkas cahaya tampak membayang di sana.

Ringan ia berlari ke samping sopir, temanku, yang menyetir di balik kaca gelap tiga puluh persen. Tanpa aba-aba dan basa-basi apa pun ia memulai aksinya. Tapi, sigap pula temanku mengangkat tangan, melambai ringan memberi tanda. Namun, entah kenapa, fokus mataku terus tersedot kuat ke wajah gadis kecil.

Wajah dingin dan kesal temanku makin kuat manakala gadis kecil terus memainkan kecreknya dengan lagu dangdut rupa-rupa, dengan suara lemah. Dan memang, jangankan keindahan yang terdengar, justru nada sumbang yang berkencrengan.

"Ngapaain… ada tu.. yang mengomandoi," pelan, terdengar temanku yang berwajah dingin kesal bergumam. Mendengar itu, satu sudut hatiku langsung protes. Namun, itu hanya suara salah satu sudut hatiku yang lemah. Dan sudut-sudut hatiku yang lain mendiamkan komentar temanku yang saklek, bahkan cederung menyetujuinya. "Iya… uang yang kita berikan bukan untuk dia!" Konyol, aku menyetujui temanku.

Berkali-kali temanku melambai lagi, hingga akhirnya gadis kecil berbadan ringkih yang mencoba bertahan akhirnya berbalik pelan dan pergi membawa kecewa setelah beberapa saat sempat merapatkan wajahnya ke kaca jendela sembil memagarinya dengan kedua telapak tangannya, seolah meneropong kami di dalam yang kesal, cukup lama–yang membuat temanku benar-benar kesal.

Namun, dalam kepergian itu si gadis kecil sempat menoleh (seolah) memandang kami sebentar–dan berkata entah apa–tanpa menghentikan langkahnya. Duummm! Saat itulah wajah itu, kekecewaan itu, kesedihan itu, tambak bagiku begitu memelas, dan serasa tak asing, bagai pernah kukenal.

Aneh, di wajah itu kurasakan ketakutan. Bukan kesal, bukan pula mengumpat sebagaimana sempat kukira tadi. Pelan-pelan hatiku ciut, mendingin seperti dirasuki uap es ke seluruh relungnya. Dan perasaan cemas menyergap. Jangan-jangaan….

Air bah penyesalan tiba-tiba menghantamku, atas apa yang aku tidak lakukan: sekadar melemparkan recehan yang sebenarnya tak banyak artinya bagi kami. Wajahku mengeras, mataku memejam, kelam menyergap, begitu gelap.

* * *

Ingatanku jatuh di sebuah gubuk di desa miskin nun jauh di ujung hamparan sawah Dusun Tumpak di daerah Plelen, Jawa Tengah, tempat tinggal seorang mak dengan empat anak yang masih kecil-kecil. Aku tak mengerti kenapa aku ada di sana, aku juga tak sempat bertanya untuk apa aku ada di tengah empat anak dan seorang ibu dengan wajah pucat tak berdaya itu. Yang jelas, aku benar-benar merasa sedang berada di sana, di tengah mak dan empat anak-anaknya yang masih kecil, yang saat itu mengalami derita yang mengiris-iris.

"Maaak… lapaaar…!" Tiba-tiba aku dikejutkan suara kecil lemah memelas seperti pernah kudengar, persis di belakangku, nyata sekali, di sudut gubuk itu. "Maaak…." Aku ternanar, cepat memutar badan dan menoleh ke arah suara. Wajah itu, dengan mata yang sayu seperti lampu teplok kehabisan minyak, memandang ke arahku. Aku benar-benar terpana, benar! Sorotan matanya itu! Wajahnya kemudian menunduk, pelan badannya merebah di lantai tanah gubuk apak, meringkuk, lalu kedua tangannya beringsut menarik kedua lututnya hingga mendekap. "Maaak…," suaranya memelas lalu diam.

Aku buru-buru mendekat, memegang tubuhnya, tanganku terus ke lehernya, meyakinkan diri. Aku takut sekali, sesuatu yang tak tepermanai akankah aku alami? Gadis kecil ini berpulang di hadapanku karena kelaparan. Ya Allah…

Namun, pelan mata gadis kecil itu membuka lagi, wajahnya menoleh ke arahku, menatapku lagi dengan wajah derita. Bibirnya gemetar. Oh… dia benar-benar kelaparan dan sedang berusaha menyesuaikan diri agar lapar tidak terus menggelepar di dalam dirinya yang kecil dan lembut. Aku kemudian mengangkatnya dengan kedua tanganku, mendekapnya. Malam terus mendingin. Angin kemarau malam menebar derita yang kejam.

* * *

Siang itu, di gubuk reot mak, ramai oleh suara anak-anaknya yang ceria. Di tengah riuh itu terdengar suara orang menambah lagi kue dengan bangga. Gadis kecil tampak senang, amat kontras dengan semalam. Dan di tangannya kini tergenggam sepotong donat dengan bekas gigitannya. Sekali-sekali ia memandang lagi kue yang tampak asing baginya, tapi tampak benar-benar membuatnya senang.

"Terima kasih ya Nak Prangki…" Aku mendengar suara mak di depan gubuk, di atas bale bambu. Rupanya pagi itu keluarga gadis kecil kedatangan seseorang, tamu dari kota, yang sebenarnya berasal dari desa gadis kecil.

"Oh, sama-sama, Mak… Ini tidak seberapa… ala kadarnya, dari kota…" Franky membalas Mak percaya diri serasa pamer.

"Eh ngomong-ngomong, anak Mak ada berapa…," Franky tiba-tiba bertanya yang cukup membuat mak kaget. Soalnya, ini perhatian yang amat mewah bagi mak. Mak merasa ada sesuatu yang menggeliat di dalam hatinya.

"Tuu…juh, Nak Prangki, dua putra lima putri…." Dengan menyebut jumlah anaknya mak telah memancangkan sinyal minta pertolongan.
"Kok banyak benar Mak, zaman sudah modern begini…" Enteng.

"Yaah… Tuhan ngasih terus….," kata Mak pelan, tampak malu. Tapi kemudian tak acuh, melanjutkan dengan kata-kata dibuat bijak. "Yoo… ini titipan Tuhan, yoo harus diterima saj..ja… to… Nak Prangki."

Franky hanya tersenyum, lalu mengangkat satu kakinya ke atas bale, menopangkan sikunya di situ. Matanya menatap cukup lama ke arah gadis kecil.

"Anak-anak Mak masih sekolah…." Mak kaget ditanya begitu. Dia tidak menyangka ditanya hal yang lebih baik dia lupakan mengingat kesusahan yang dia alami. Tapi, harapannya yang tadi menggeliat mendapat pupuk yang membuatnya cepat membesar.

"Tinggal si Darsih," kata Mak menyebut si gadis kecil, mencoba mengingkari pergolakan di dalam dirinya. "Tapi sudah sejak tiga bulan lalu tidak sekolah. Ia malu katanya terus ditagih bayaran oleh gurunya…"
"Ditagih opo, Mak… kan sud…"
"Sudah gratis! Gratis opo Nak Prangki…"

Tiba-tiba gadis menghambur ke arah mak. "Iya Mak, bayarlah Mak bayaran Darsih, Darsih mau sekolah…," katanya merengek. Ia tampak benar-benar berharap keinginannya sekolah dapat dikabulkan. Wajah polos dan suci gadis kecil begitu cepat melupakan deritanya semalam. Ia memang belum paham kondisi keluarganya. Maklum anak-anak.

Si mak menatap si gadis kecil dengan sedih. Matanya kemudian tampak berkaca-kaca, ia lalu tertunduk. Tiba-tiba mak mengangkat wajahnya dan memandang ke Franky sebentar, seolah ingin melihat respons atas sinyal mohon pertolongan yang sudah dilepasnya tadi.
"Oh itu gampang Mak, bera…" kata Franky cepat seperti merespons kegundahan Mak.
"Eh… ndak usah to Nak Prangki," cepat Mak menyela merasa malu–ciri orang timur.
"Oo ndak pa-pa to Mak…"

Si gadis kecil bangkit ke arah Mak dan menyender manja. Wajahnya berseri-seri. "Darsih bisa sekolah ya Mak, ya Mak…." Adik-adiknya ikut mendekat. Mereka bergelendotan di tubuh mak yang kurus.

Namun Mak diam tanpa ekspresi. Hanya kesedihan membayang di wajahnya. Ia lalu merangkul pelan anak-anaknya, memandanginya dengan kasih sayang berwarna duka.

Mak sadar sekolah penting bagi anak-anaknya, meski ia tak pernah sekolah hingga ia tak bisa membaca. Mak benar-benar telah merasakan betapa kebodohan mencengkram dirinya lantaran tak sekolah hingga tak bisa hanya sekadar menuliskan namanya sendiri. Ke mana-mana ia digandoli oleh rasa tidak bisa. Mak akhirnya tampak menerawang.

Ingatannya mengembara, lalu jatuh pada anak sulungnya, Joko Sulung, yang kini jadi buruh tani, yang untuk dirinya saja kekurangan. Lalu mak ingat anak keduanya, Teguh, tak jauh berbeda. Konon pergi ke kota dan menjadi pedagang asongan. Mak sekali-sekali memimpikan anak keduanya ini mengirimkan uang barang seratus ribu kepadanya. Dulu sekali Teguh pernah mengirim, senangnya mak tak kepalang. Itulah sebabnya Mak terus berharap, walau tak pernah lagi.

Yang ketiga tak ada kabarnya setelah minta izin ikut orang kota menjadi pembantu di Jakarta. Mak berurai air mata waktu melepas anak gadisnya yang berwajah cukup menarik ini. Begitu menariknya rupa putrinya ini, mak sampai pernah berkhayal dapat menantu orang berada di kampungnya. Namun, khayalan itu sirna bersama perginya sang gadis ke "kota penuh harapan".

Darsih dan tiga adiknya masih di gubuk di bawah lindungan mak yang sebenarnya juga perlu perlindungan si bapak yang tiba-tiba berpulang belum lama lalu. Kata dokter puskesmas, si Bapak sakit karena kurang gizi. Kata mak, sang bapak sering mengalah agar anak-anaknya bisa makan.

* * *

"Okelah Mak, kalau begitu, saya pergi dulu," si Franky tiba-tiba minta diri.

Di kampung itu Franky dikenal sebagai pemilik berbagai usaha di Jakarta. Tapi tak ada yang tahu usaha apa yang dibosinya. Namun setiap dia pulang kampung, dia selalu membagi-bagikan uang. Dan ketika kembali ke kota, ia selalu membawa warga kampung yang katanya untuk diajak bekerja di perusahaannya.

"Eh kok buru-buru Nak Prangki," cepat Mak bangkit memburu ke arah Franky. "Ya ndak ada yang dapat Mak suguhkan ya…."
"Oo ndak usah repot-repot to Mak, biasa aj-ja…," kata Franky sambil belangkah.

Tapi Franky berbalik ketika mak memburunya. Mak juga mendekat dengan kikuk, seperti menghendaki sesuatu. Mak lalu memandang ke si gadis kecil, menoleh lagi ke Franky tanpa berkata selain kikuknya tak kepalang.

"Oh ya, Mak, ha ha ha…." Franky merogoh kantong belakangnya, menarik dompet dan membukanya. Dia lalu membalik-balik lembaran lima puluh ribuan. Mata mak terbelalak. Sudah begitu lama dia tidak melihat lembaran-lembaran sebesar itu, apalagi dimilikinya.

Mak terus memandang jari-jari Franky membolak-balik lembaran lima puluhan ribu itu. Tapi Franky tak kunjung menarik keluar barang selembar pun. Bahkan ia kembali memasukkan dompet itu ke sakunya. Franky lalu mendekat ke arah mak dan menatap mata mak dalam-dalam. Mak kebingungan dan amat kecewa.
"Mmmm eh… itu gampang Mak. Saya bisa membayar semua biaya sekolah Darsih, tapi…"

"Tapi… tapi apa to, Mas Prangki…." Mak tampak sekali tak paham dan bingung, sampai-sampai menyebut Prangki dengan Mas Prangki.

"Begini Mak, bagaimana kalau Darsih… kalaaau… saya… bawa ke Jakarta…."
"Ooo…" Mak pucat. Ia mundur, berbalik terus melangkah kuyu… lalu terduduk lemas. Tampak harapan yang tadinya tumbuh di dalam dirinya menguap tiba-tiba. Ia bahkan tampak sekali berubah kecewa dan takut, walau menutup-nutupinya–hal yang sering dialami orang kecil: harapan yang mudah tumbuh, tapi lebih sering terhempas tanpa perlu alasan.

"Begini, Mak… saya ada kerjaan anak-anak, tidak berat, ya… sambil main-mainlah, nyanyi-nyanyi, tapi dapat duit lumayan…." Mak tampak memaksakan diri untuk tertarik ucapan Franky.

"Saya rasa adik-adik Darsih bisa sekolah sementara kakaknya bekerja sambil bersenang-senang sama saya. Mak nggak usah khawatir, akan saya jaga Darsih. Sekadar Mak Tahu saja, nih, nggak ada yang berani sama saya di kota," kata Franky. "Anak Mak aman, saya jamin!"

Ia kemudian duduk di samping Mak yang terpana. "Ini bisa juga terserah Darsih, Mak. Kalau Darsih nggak betah, bisa pulang. Saya sendiri yang mengantar pulang, Mak. Kalau suka, ya bisa terus… ya kan?" Perlahan Mak tampak tertarik. Harapannya kembali terusik.

"Tapi ya… semua terserah Mak," kata Franky sambil bergerak berdiri, jual mahal, seperti sering dia lakukan. Mak memandangi gerak punggung Franky. Ada yang tumbuh di dalam diri mak lagi. Ia juga spontan hendak berdiri. Gadis kecil memandang heran di dekat tiga adiknya yang acuh asik bermain tanah.

Tapi dalam berdirinya mak hanya terpaku. Ada pergolakan hebat terjadi di dalam dirinya: antara harapan dan rasa kasihan atas anak perempuannya yang masih kecil juga membuyut. Oh, akankah dunia gadis kecil segera berganti dengan dunia kerja yang keras dan kejam tanpa ampun.

"Mak… Darsih bisa sekolah ya Mak," si gadis kecil menyela. "Di sekolah banyak teman, Mak, kami belajar, bermain tali. Darsih selalu menang lo Mak, soalnya Darsih bisa sampai saratus… Pak guru baik… kalau pe-er Darsih salah, Pak Guru nggak marah, dikasih tahu aja…"

Mak mematung. Air matanya meleleh. Aku terpana. Dan ada yang bergulir di pipiku. Deru gas mobil tiba-tiba bersahut-sahutan, mengagetkanku.

"Tu.. tu… lihat tu, Zal…." Tiba-tiba temanku berseru sambil menunjuk sekilas ke sudut warteg di seberang jalan. Aku kaget. Ternyata aku masih di mobil temanku di lampu merah Tol Timur Bekasi. Buru-buru kuseka pipiku. Untungnya saat itu malam sehingga gelap, yang membuat temanku ta tahu aku menggulirkan air mata.

Di seberang jalan, di samping warteg agak gelap, tampak membayang duduk tiga lelaki sangar. Di depannya, di atas bangku panjang reot, tampak bayangan tiga botol dan beberapa gelas berserakan. Satu-satu pengamen mendekat dan pergi dari sana. Tiba-tiba darahku tersirap, jantungku berhenti berdetak. Sekilas kulihat gadis kecil menjauh dari sana. Wajahnya, dukanya, memelasnya itu… Diakah gadis kecil Mak?***

 
<<Riz Koto>> 

IBU

Filed under: .:Puisi:.

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

:+: Khalil Gibran :+:

Kabarkan Padaku

Filed under: .:Puisi:.

pastilah terselip di halaman buku
rindu yang sering kau terima
entah saat matahari baru merekah
atau senja yang beranjak tenggelam

pernahkah kau cari
lembaran yang berisi sunyi
kau bersihkan dari debu
dan lipatan yang kaburkan isi

sedang rindumu tetap ada
kusimpan rapi di almari jiwa
nanti jika kau datang lagi
bisa kau baca ulang
biar tahu apakah masih ada
rindumu ataukah perlahan hilang

jika lembaran rinduku
kau temukan kembali
kabarkan padaku

<<tolpgi, 270207>>

Ikatan Tanpa Cinta

Filed under: .:Puisi:.

kuatkah ku menjalani ini??
kebersamaan kita memang indah, bahkan terasa sangat manis
kau teman berbagiku, kau tempat bersandarku
mendengarkan gelak tawaku, meredakan tangisanku,,,
menghangatkan tubuh dan jiwaku

Tapi, dalam tawa itu aku menjerit
dalam kehangatan dekapanmu ku menggigil
kau “teman” terbaikku, tapi bukan pemilik cintaku

Hatiku hanya untuknya
cinta inipun telah utuh menjadi miliknya
walau takkan pernah bersatu,,
karena aku tak mungkin memilikinya
dan tak akan pernah bisa memiliki seutuhnya

 

<<eny_maniezzt>>